Nusantara

Kolaborasi Mahasiswa-Dosen Bahasa Prancis FKIP Unila Berbuah Kontribusi Akademik Conférence Internationale sur le Français

Kolaborasi Mahasiswa-Dosen Bahasa Prancis FKIP Unila Berbuah Kontribusi Akademik Conférence Internationale sur le Français

Alvina Zahra dan Amelia Khoirunisa. | Dandy HR

Wartalampung.id, Jakarta — Keberhasilan dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila, Alvina Zahra dan Amelia Khoirunisa, dalam mempresentasikan penelitian di Conférence Internationale sur le Français (CIF) 2025 tidak terlepas dari kolaborasi erat antara mahasiswa dan dosen pembimbing.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi akademik dalam pengembangan riset pembelajaran bahasa asing di tingkat perguruan tinggi.

Penelitian yang diusung berfokus pada pemanfaatan resep masakan Prancis sebagai media otentik untuk meningkatkan kemampuan gramatikal siswa dalam pembelajaran bahasa Prancis sebagai bahasa asing.

Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas XI SMA Negeri 16 Bandar Lampung dan menunjukkan peningkatan kemampuan gramatika setelah penggunaan media tersebut.

Dalam prosesnya, Alvina dan Amelia mendapatkan pendampingan langsung dari Kaprodi Pendidikan Bahasa Prancis, Setia Rini, serta dosen pembimbing Indah Nevira Trisna.

Kolaborasi ini berlangsung sejak tahap perumusan ide, penyusunan instrumen penelitian, pelaksanaan pengumpulan data, analisis hasil, hingga persiapan presentasi akademik.

“Setia Rini memberikan arahan terkait struktur penelitian, landasan teoretis, dan kesesuaian dengan standar akademik program studi. Sementara Indah Nevira memberikan bimbingan teknis tentang analisis data dan penyusunan laporan penelitian. Kolaborasi keduanya membuat kami semakin percaya diri dan terarah dalam menyelesaikan riset ini,” ujar Alvina kepada wartalampung.id hari ini.

Sinergi ini tidak hanya menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, tetapi juga memberikan pengalaman penelitian yang bermakna bagi mahasiswa.

Menurut Alvina, pendampingan yang intensif dan dialog akademik yang terbuka dengan dosen membantu mereka memahami metodologi riset secara lebih mendalam, termasuk bagaimana menafsirkan hasil dan menyusunnya ke dalam bentuk argumentasi ilmiah.

Lebih jauh, penelitian ini memiliki relevansi praktis bagi pengembangan pembelajaran Bahasa Prancis di Indonesia. Media otentik seperti resep masakan tidak hanya memperkenalkan unsur budaya Prancis, tetapi juga membuat pembelajaran lebih komunikatif, kontekstual, dan bermakna bagi siswa.

“Hasil penelitian ini dapat mendorong guru-guru bahasa Prancis untuk memanfaatkan sumber belajar yang dekat dengan kehidupan nyata dan budaya bahasa target. Ini membuka ruang inovasi yang luas dalam perancangan kurikulum dan materi pembelajaran,” jelas Alvina.

Budaya riset di Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila terus tumbuh dan berkembang.

Penelitian ini akan dilanjutkan menjadi skripsi dan ditargetkan menuju publikasi jurnal ilmiah, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi dunia pendidikan bahasa.

Ke depan, Alvina berharap semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk berkolaborasi dalam penelitian, tampil di forum ilmiah, serta memperkuat posisi Unila dalam peta akademik nasional dan internasional. [Dandy HR]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda