Rakor MBKM. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIkti) Wilayah II Prof Dr Iskhaq Iskandar M.Sc menegaskan, esensi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka akan dipertahankan.
Meskipun kementerian dalam ranah pendidikan sudah dipecah menjadi tiga, Iskhaq meyakini esensi dari MBKM Ini masih dipertahankan. Bahkan, akan ada perbaikan dan penyempurnaan meskipun nanti berkemungkinan berubah pada nama program.
Iskhaq menegaskan, esensi dari MBKM akan dipertahankan dengan beragam alasan yang logis.
Ia mengatakan itu, Kamis, 14/11/2024, usai pembukaan rakor MBKM LLDikti Wilayah II di Hotel Emersia yang diikuti pimpina perguruan tinggi di wilayah naungan LLDIkti Wilayah II.
Iskhaq mengatakan, esensi MBKM tentang pemagangan dan studi independen, kerja sama perguruan tinggi dengan dunai kerja, pertukaran mahasiswa, serta lainnya dipertahankan. Bahkan, akan ada penyempurnaan.
Hal itu dipertahankan karena tantangan perguruan tinggi ke depan tetap sama. Tantangan itu dsalah satunya adalah meningkatkan angka partisipasi kasar yang belum mencapai target.
APK adalah perbandingan antara siswa pada jenjang pendidikan tertentu dengan penduduk usia sekolah dan dinyatakan dalam persentase.
Hal lainnya, kata Ishaq, adalah perguruan tinggi dihadapkan pada persoalan kualitas atau mutu lulusan. Hal ini menjadi tantangan karena perguruan tinggi dituntut menjadi medium yang mampu mempersiapkan lulusan dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) memadai.
Poin lainnnya adalah tantangan relevansi antara kampus dan dunia kerja. Ishaq bilang, konsep link and match antara kampus dan dunia kerja juga mesti selalu digaungkan. Tujuannya, perguruan tinggi benar-benar siap menghasilkan lulusan yang terserap pasar industri.
Ia juga mengemukakan tantangan pada dampak perguruan tinggi, baik institusional maupun personal. Misalnya, bagaimana dampak positif kampus kepada masyarakat sekitar. Kampus mesti melakukan pengabdian yang dampaknya mesti dirasakan masyarakat.
Selain itu, dosen sebagai personal kampus juga mesti memberikan dampak dari karya ilmiahnya yang diaplikasikan di masyarakat.
Atas dasar itulah, tegas Iskandar, konsep dan esensi MBKM ini ke depan tetap dipertahankan. []

Tinggalkan Komentar Anda