Berita Foto Ruwajurai Kota Metro

Kelompok Bermain Matahari Wisata Edukasi Perpustakaan Ganjar Asri, Kak Jarwo Dongeng Manasik Haji

Kelompok Bermain Matahari Wisata Edukasi Perpustakaan Ganjar Asri, Kak Jarwo Dongeng Manasik Haji

Kelompok Bermain Matahari wisata edukasi ke Perpustakaan Ganjar Asri. | Dokumentasi

Kelompok Bermain Matahari wisata edukasi ke Perpustakaan Ganjar Asri. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Ganjar Asri – Siswa Kelompok Bermain (KB) Matahari Kelurahan Ganjar Asri, Metro, melakukan wisata edukasi ke Perpustakaan Cahaya Ilmu kelurahan setempat, Kecamatan Metro Barat, Jumat, 7/6/2024.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 35 siswa. Kegiatan diawali dengan membaca buku bersama. Anak-anak bebas memilih dan membaca buku yang mereka sukai.

Kegiatan dilanjutkan dengan permainan-permainan yang menarik. Ada permainan donat dan sosis.

Dalam permainan ini anak-anak saling bergandengan tangan, membentuk lingkaran seperti donat.

Dan, saat aba-aba diubah menjadi “sosis” anak-anak akan berbaris lurus memanjang seperti bentuk sosis. Anak-anak sangat bahagia dan tertawa riang gembira.

Kegiatan wisata edukasi dilanjutkan dengan kegiatan mendongeng. Kak Tri Sujarwo, yang juga pengelola perpustakaan kelurahan Ganjar Asri membawakan sebuah kisah tentang kegiatan manasik haji.

Anak-anak disuguhi tahapan proses berhaji dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti.

Mulai dari memakai pakaian ihram hingga tahalul. Gerakan-gerakan dan mimik lucu yang ditampilkan Kak Jarwo membuat anak-anak tertawa terpingkal-pingkal.

Puji Gani Wati, Kepala KB Matahari Ganjar Asri, mengatakan, kegiatan ini untuk mengenalkan siswa dengan lingkungan sekitar.

“Kami ingin mendekatkan anak-anak dengan buku,” kata dia.

Ia mengatakan, pihaknya juga ingin anak-anak rajin membaca buku. Kegiatan kunjungan wisata edukasi ini baru pertama kali dilakukan di Perpustakaan Cahaya Ilmu Kelurahan Ganjar Asri.

“Semoga ke depan kami semakin rajin membawa anak-anak ke perpustakaan kelurahan,” kata perempuan yang sudah puluhan tahun menjadi guru ini.

Tri Sujarwo mengatakan, perpustakaan kini telah bertransformasi. Perpustakaan tidak sekadar tempat membaca, tetapi juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat melalui berbagai program berbasis inklusi sosial.

“Perpustakaan mengadakan pelatihan untuk guru, ibu rumah tangga, serta anak-anak sesuai kebutuhan,” tutupnya. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda