Pembukaan Daurah Marhalah 3 KAMMI Lampung
Wartalampung,id, Hajimena – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Lampung menyelenggarakan Daurah Marhalah 3 atau Leadership National 3 yang menjadi jenjang pembinaan kepemimpinan tertinggi dalam struktur kaderisasi organisasi ini, Rabu, 25/6/2025.
Acara ini mengusung tema: “Kontribusi Muslim Negarawan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Kegiatan pembukaan berlangsung di Balai Pelatihan Pertanian Provinsi Lampung. Pembukaan dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Ganjar Jationo, Ketua Keluarga Alumni KAMMI Lampung Handrie Kurniawan, ketua-ketua Cipayung, BEM, FSLDK, GK, dan kader organisasi ini.
Ganjar Jationo memberikan apresiasi yang tinggi kepada KAMMI yang telah mengadakan pelatihan ini.
Pemprov Lampung, kata dia, meyakini dari sini akan terlahir kader yang akan mengambil estafet kepemimpinan masa depan.
Handrie Kurniawan mengatakan, KAMMI sebagai organisasi mahasiswa tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah sehingga ada keseimbangan.
”KAMMI mesti menjadi bagian dari penyehatan demokrasi agar proses dan prosedur demokrasi berjalan baik,” kata Handrie.
Daurah Marhalah 3 bertujuan membentuk kader-kader strategis yang siap berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dengan nilai-nilai keIslaman dan kenegaraan yang kuat.
“Tema ini kami angkat sebagai bentuk komitmen dalam menyiapkan kader yang tidak hanya cakap secara intelektual dan spiritual, tetapi juga siap mengambil peran dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045,” ujar Habibulloh Al Ansor, Ketua KAMMI Lampung.
Leadership National 3 ini dirancang dengan kurikulum yang mencakup aspek kepemimpinan strategis, manajemen organisasi, pemikiran kenegaraan, serta simulasi pengambilan keputusan dalam konteks kebangsaan.
Daurah ini juga menjadi ruang konsolidasi ide dan visi kader-kader terbaik KAMMI dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan rangkaian materi, diskusi, dan pelatihan intensif yang melibatkan narasumber nasional dari kalangan akademisi, aktivis, hingga tokoh masyarakat. []

Tinggalkan Komentar Anda