Thomas Amirico (tengah) menerima para tokoh suarakan prihatin LGBT. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Thomas Amirico menyatakan, ada kepala sekolah yang terpapar lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).
Sebagai bentuk tindak lanjut menangkal LGBT, Thomas berencana mengeluarkan surat edaran untuk seluruh satuan pendidikan di bawah Dinas Pendidikan.
Isinya berupa panduan mitigasi perilaku menyimpang serta rencana edukasi kepada para siswa mengenai bahaya LGBT.
“Kami akan bergerak dengan cara yang terukur dan sesuai kewenangan. Edukasi adalah kunci, dan peran sekolah sangat strategis,” kata dia kemarin saat menerima tokoh agama dan masyarakat yang menyuarakan keprihatinan atas maraknya fenomena LGBT di lingkungan pendidikan.
Keenam tokoh tersebut adalah Firmansyah, Habib Umar Asegaf, Ansori, KH Ahmad Sulaiman, Sukri Baihaki, dan Khadafi.
Mereka hadir untuk menyampaikan keresahan masyarakat terkait penyebaran perilaku menyimpang LGBT yang kini dinilai semakin terang-terangan, termasuk di media sosial.
“Kami datang membawa kegelisahan masyarakat. Wabah LGBT ini sudah merambah lingkungan sekolah, bukan hanya siswa, tapi juga guru,” ujar Ahmad Sulaiman, juru bicara.
Firmansyah menambahkan grup LGBT di media sosial kini memiliki anggota hingga belasan ribu orang.
“Ini bukan lagi isu sembunyi-sembunyi. Kami melihat peran institusi pendidikan sangat penting untuk melakukan mitigasi dan perlindungan terhadap generasi muda dari penyimpangan ini,” tegasnya.
Menanggapi, Thomas Amirico menyambut baik aspirasi dan keprihatinan para tokoh.
Ia menegaskan pendidikan di Indonesia memiliki landasan konstitusional yang sangat jelas.
“Konstitusi kita, UUD 1945, mengamanatkan bahwa tujuan pendidikan adalah meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. Apa pun yang bertentangan dengan nilai itu, tentu harus kita eliminasi,” ujar Thomas. []

Tinggalkan Komentar Anda