Silatnas Salimah di Lampung. Ketua PW Salimah Lampung Rita Aprilyawati (tiga kiri). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pagi itu, Sabtu, 4 Mei 2024, vibes ruang Abung Balai Keratun Pemprov Lampung tampak berbeda. Terlihat lebih cantik, anggun, dan bersahaja selayaknya lirik mars organisasi yang berkumandang di tengah acara.
Perempuan-perempuan dengan wajah teduh, berbusana dan kerudung warna ungu hadir mengisi ruangan berkarpet merah yang luas.
Tampak balon berwarna warni menempel di dinding, menunjukkan adanya peringatan hari jadi Salimah Lampung.
Salimah Lampung tahun ini merayakan hari jadinya yang ke-22. Usia yang cukup dewasa untuk sebuah organisasi mengembangkan diri.
Dalam acara tersebut, Silaturahmi Nasional (Silatnas) digelar. Silatnas yang menjadi program pengurus Pimpinan Pusat Salimah kali ini punya gaya yang sangat berbeda.
Jika Silatnas secara umum mengumpulkan pengurus wilayah dan daerah ke pusat, kali ini justru diselenggarakan secara terbalik.
Silatnas oleh Pimpinan Pusat Salimah diselenggarakan justru dengan cara berkeliling mengunjungi wilayah dan daerah se-Indonesia.
Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Salimah, Rr Santi Nurjanah, ada beberapa alasan kenapa model Silatnas yang dimulai sejak bulan Desember 2023 kali ini berbeda.
Pertama, tahun 2024 adalah tahun politik di mana eskalasi kegiatan para pengurus sangat tinggi.
Yang kedua, efek periode pandemi yang menumbuhkan budaya koordinasi daring ternyata menimbulkan tidak terserapnya informasi dari pimpinan pusat secara utuh sampai ke daerah dan terbatas hanya di tingkat wilayah.
Dengan model silatnas yang berbeda kali ini, Pimpinan Pusat Salimah berharap informasi bisa terserap secara maksimal sampai ke daerah dan pimpinan pusat bisa mengetahui kondisi wilayah dan daerah secara langsung.
Meskipun dengan gaya yang berbeda, Silatnas Salimah dianggap lebih efektif. Rr Santi tidak menampik adanya beberapa kelemahan.
Bujet lebih yang harus dikeluarkan oleh pimpinan wilayah untuk menyelenggarakan Silatnas, kurangnya silaturahmi langsung antarpimpinan wilayah dinilai menjadi titik lemah gaya silatnas kali ini.
Namun. Rr Santi menegaskan, Silatnas dengan mode ini sangat efektif menumbuhkan antusiasme pengurus pimpinan daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.
Rr Santi menutup informasi dengan menyebutkan hingga saat ini Silatnas sudah dilakukan di 17 provinsi. Silatnas se-Indonesia ditargetkan selesai Juni 2024. []

Tinggalkan Komentar Anda