Zaki Al Farizi
WARTALAMPUNG.ID, BANDAR LAMPUNG – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung (Unila).
Zaki Al Farizi, mahasiswa di prodi tersebut, sukses menyabet gelar juara I dalam tangkai lomba desain twibbon tingkat nasional pada Festival La Fête yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) baru-baru ini.
Pencapaian ini menjadi trofi kemenangan kedua bagi Zaki, setelah sebelumnya ia mengawali langkah kompetisinya di kancah antarbangsa melalui lomba desain poster internasional pada ajang La Semaine Française di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Pada kompetisi La Fête UNY kali ini, penyelenggara mengusung tema “Le Ticket d’Or: Une Chance de Briller” yang berarti “Tiket Emas: Kesempatan untuk Bersinar”.
Menanggapi tema tersebut, Zaki sukses mengeksekusinya lewat keselarasan warna, tipografi, dan komposisi yang seimbang agar pesan visual dapat tersampaikan kuat tanpa terkesan penuh.
“Saya paling menonjolkan keselarasan warna dan komposisi agar mata audiens punya titik fokus yang jelas sejak detik pertama melihat desain. Desain yang kuat itu harus indah secara visual, tapi di baliknya ada makna yang menggerakkan emosi,” ujar Zaki saat diwawancarai, Jumat (22/5/2026).
Meskipun sempat menghadapi tantangan berupa kebuntuan ide dan tekanan ekspektasi pasca-juara di event sebelumnya, Zaki berhasil mengatasinya dengan fokus pada kejujuran berkarya.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari bimbingan berkala para dosen (mesdames) serta dukungan moral dari keluarga dan rekan-rekan terdekatnya.
Bagi Zaki, kemampuan desain visual memiliki urgensi yang sangat tinggi, khususnya bagi mahasiswa yang mendalami bidang bahasa dan budaya asing di era digital saat ini.
“Sebagai mahasiswa bahasa dan budaya asing, kita sudah punya kepekaan terhadap nuansa budaya. Kalau itu digabungkan dengan kemampuan desain, kita bisa berkomunikasi lintas budaya secara jauh lebih efektif,” tambahnya.
Pascakemenangan di UNY, Zaki menargetkan untuk terus mengembangkan kemampuannya ke skala kompetisi yang lebih besar, membangun portofolio profesional, serta mendalami desain berbasis riset dan storytelling.
Ia membagikan pesan penyemangat bagi rekan sejawat dan adik tingkatnya di FKIP Unila agar tidak ragu untuk mulai melangkah mengikuti kompetisi.
“Mulailah, meskipun belum merasa siap. Kompetisi bukan hanya soal menang atau kalah, tapi soal proses belajar. Jangan tunggu sempurna, karena karya yang dikirim selalu lebih baik daripada karya yang hanya disimpan di dalam folder,” pungkas Zaki optimistis. [Mirliana Amira]

Tinggalkan Komentar Anda