Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, jagung merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang sangat potensial untuk terus dikembangkan di Bumi Ruwa Jurai.
Hal ini ia kemukakan dalam rapat budidaya jagung yang digelar di Kantor Gubernur Lampung, Senin (11/8/2025).
Untuk mendorong kesadaran dan minat petani menanam jagung, Pemprov Lampung sedang menyiapkan skema pembiayaan yang lebih mudah melalui kerja sama dengan Bank Lampung.
“Kami sedang mempersiapkan pembiayaan lebih mudah untuk petani yang ingin menanam jagung,” kata Gubernur Mirza.
Selain itu, Pemerintah Provinsi saat ini memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi meningkatkan produksi jagung secara optimal.
Hal ini menjadi langkah penting karena Lampung sangat membutuhkan peningkatan produksi untuk menjaga ketersediaan pasokan di daerah.
Mirza mengatakan, jagung dinilai memiliki keunggulan strategis karena harganya relatif stabil karena ditetapkan pemerintah melalui Inpres; terlindungi dari potensi impor; dan mempunyai rantai hilirisasi yang luas untuk produk pangan seperti pakan ikan dan ayam
Gubernur Mirza menekankan, jika produksi jagung di Lampung meningkat, biaya produksi pakan bisa turun.
Dampaknya, harga ayam dan ikan di pasaran bisa lebih terjangkau, sehingga konsumsi masyarakat terhadap protein hewani juga meningkat.
Mengutip data BPS (Mei 2025), total luas panen jagung pipilan di Indonesia mencapai 0,29 juta hektar pada Maret 2025, dengan produksi jagung pipilan kadar air 14% sebesar 1,63 juta ton.
Untuk kadar air 28%, total produksi Januari–Juni 2025 mencapai 10,91 juta ton.
Pada periode yang sama, Lampung menyumbang produksi sebesar 789,54 ton.
Dengan langkah strategis ini, diharapkan Lampung dapat menjadi salah satu pusat produksi jagung nasional, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong kesejahteraan petani. []

Tinggalkan Komentar Anda