Jarwo Songha. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Rumah Zakat menggelar acara bertajuk “Indonesia Mendongeng” di 57 titik lokasi yang tersebar di 17 provinsi. Acara yang diadakan sejak 10 tahun lalu ini diselenggarakan mulai dari Aceh sampai Papua.
Ajang silaturahmi santri TPQ Se-Nusantara ini digelar setiap tahun. Dalam agenda akbar ini Rumah Zakat Lampung menghadirkan Pendongeng Lampung Jarwo Songha.
Acara yang dipusatkan di GF Central Plaza Lampung pada Senin (25/12/2023) ini dihadiri oleh ratusan peserta anak dan dewasa.
Branch Manager Rumah Zakat Lampung, Jasudin, dalam sambutannya mengatakan bahwa tema kegiatan pada tahun ini adalah “Santri TPQ Cinta Sesama dan Semesta”.
Jasudin mengatakan, pihaknya ingin mengajak para peserta untuk membantu saudara-saudara di Palestina. Kegiatan utamanya adalah mendongeng.
Pendongeng Lampung Jarwo Songha tampil dengan boneka Bruno. Kegiatan lainnya adalah lomba mewarnai, pemutaran video Palestina, penggalangan dana dan pertunjukan sulap.
“Semoga Rumah Zakat bisa terus berbagi dan menginspirasi untuk negeri,” imbuhnya.
Indonesia Mendongeng, lanjutnya, pertama kali dimulai di Kota Solo pada tahun 2011 lalu oleh para relawan Rumah Zakat di Kota Budaya itu. Kemudian, Rumah Zakat menjadikan kegiatan ini sebagai ajang tahunan sejak 2013.
Indonesia Mendongeng kemudian ditetapkan sebagai nama dalam ajang spektakuler ini. Tema yang diangkat setiap tahunnya berbeda-beda. Tahun ini, tema kepedulian ditujukan untuk anak-anak di Palestina.
Donasi yang terkumpul dalam kegiatan itu sebesar Rp2.508.00.
“Semoga donasi yang terkumpul bisa meringankan saudara-saudara kita di Palestina,” tutupnya.
Pendongeng Lampung Jarwo Songha membawakan kisah perjuangan Ali di Palestina. Ali adalah anak yatim yang berusia 7 tahun.
Bocah bermata cokelat itu setiap hari tinggal di pengungsian. Hari-harinya diisi dengan menghafal Alquran. Dikisahkan, Ali juga melawan seorang jenderal yang telah mengambil rumahnya.
Ali hanya memiliki ketapel untuk untuk melawan jenderal jahat itu. Namun, akhirnya Ali berhasil merebut kembali rumahnya.
Ali bahagia sekali bisa kembali ke rumah.
“Saya mengisahkan perjuangan anak Palestina dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami anak-anak,” ujar pendongeng yang telah safari dongeng keliling Lampung itu. []

Tinggalkan Komentar Anda