Olahraga

Hebat! Cedera Lutut, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Yunita Sari Ning Tias Raih Emas Taekwondo Championship 2026

Hebat! Cedera Lutut, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Yunita Sari Ning Tias Raih Emas Taekwondo Championship 2026

Yunita Sari Ning Tias

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Cedera lutut yang dialaminya empat hari sebelum pertandingan tidak menyurutkan semangat Yunita Sari Ning Tias untuk bertanding.

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung (Unila) angkatan 2025 tersebut berhasil meraih emas pada kategori Pemula Senior Kyorugi U-67 dalam Kejuaraan Nasional Gubernur Cup II Taekwondo Championship 2026.

Kejuaraan yang berlangsung pada 15–17 Mei 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung tersebut diikuti sekitar 1.800 peserta dari berbagai daerah di Pulau Sumatra. Pada kategori yang diikuti Yunita, terdapat empat atlet yang bersaing memperebutkan gelar juara.

Di balik keberhasilannya meraih medali emas, Yunita harus menghadapi tantangan yang tidak mudah.

Empat hari sebelum pertandingan dimulai, ia mengalami cedera lutut yang membuatnya kesulitan berjalan. Kondisi tersebut bahkan sempat membuat sejumlah teman dan pelatih menyarankan agar dirinya mengundurkan diri dari kompetisi.

Namun, dengan semangatnya yang ternyata lebih besar dari pada rasa sakit yang dirasakannya, Yunita memilih untuk tetap bertanding. Setelah menjalani pengobatan dan pemulihan dalam waktu singkat, ia turun ke arena meski masih merasakan nyeri pada kakinya.

“Ketika empat hari menuju pertandingan dimulai, kaki saya cedera lutut yang membuat saya sempat tidak bisa berjalan. Semua teman dan pelatih saya bilang untuk mundur saja dari pertandingan, tetapi saya yakin diri saya bisa. Jadi saya tetap ikut bertanding dalam keadaan kaki yang masih terasa ngilu,”5 ungkapnya.

Selama kejuaraan berlangsung, Yunita harus melewati tiga pertandingan untuk mencapai posisi juara pertama. Ia mengaku pertandingan kali ini menjadi salah satu pengalaman paling7 berat yang pernah dijalaninya karena harus bertahan di tengah kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih.

“Kaki saya sebenarnya sakit sekali, bahkan berjalan pun pincang. Saya menggunakan perban elastis sebelum bertanding untuk membantu menahan rasa sakit. Pada pertandingan pertama saya sudah pasrah karena benar-benar sesakit itu rasanya. Namun setelah melihat ke atas tribun dan mendengar teriakan adik serta teman-teman saya, akhirnya saya terus mendorong diri saya untuk terus bertanding,” tuturnya.

Menariknya, Yunita mengaku tidak memiliki ekspektasi tinggi untuk menjadi juara. Dalam kondisi cedera, ia hanya berharap dapat menyelesaikan pertandingan dengan baik.

“Sebenarnya saya berpikir, ‘kayaknya kali ini tidak bisa, kalau pun nanti juara dua atau tiga tidak apa-apa’. Tapi ternyata saya bisa mendapatkan juara satu,” ucapnya bangga.

Perasaan lega menjadi hal pertama yang dirasakan Yunita saat namanya diumumkan sebagai peraih medali emas.

“Saya senang, tetapi yang paling saya rasakan adalah lega. Ternyata saya bisa,” ujarnya.

Selain aktif menjalani perkuliahan, Yunita juga rutin berlatih taekwondo, melatih karate, serta terlibat dalam berbagai kegiatan komunitas dan kerelawanan.

Ketertarikannya terhadap dunia bela diri telah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar. Sebelum menekuni taekwondo selama dua tahun terakhir, ia lebih dahulu aktif di cabang olahraga karate hingga kini menjadi pelatih.

Sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis Unila, Yunita mengaku memperoleh banyak pengalaman, pengetahuan serta mendapatkan cukup dukungan dari Prodi.

“Sejauh ini yang saya dapatkan dari Prodi Pendidikan Bahasa Prancis Unila adalah saya jadi lebih memahami bahasa Prancis walaupun belum sempurna. Saya banyak belajar dari dosen-dosennya,” ujarnya.

Yunita pun menyampaikan harapannya kepada Prodi untuk dapat memberikan dukungan yang lebih banyak terhadap prestasinya yang akan datang.

“untuk support sejauh ini cukup, tapi saya berharap kedepannya prodi lebih mendukung prestasi saya dalam hal apapun” harapnya.

Meski telah meraih medali emas, Yunita tidak ingin berpuas diri. Ia telah menyiapkan target yang lebih besar, termasuk mengikuti tiga kejuaraan nasional lainnya pada tahun ini. Salah satu target utamanya adalah dapat terpilih sebagai atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun mendatang.

“Target saya tahun depan adalah bisa terpilih sebagai atlet PON,” ungkapnya.

Menutup perbincangan, Yunita membagikan kutipan yang selama ini menjadi motivasi dalam menjalani setiap proses dan perjuangannya.

“Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Teruslah belajar dan melangkah karena setiap proses adalah investasi untuk masa depanmu,” pesannya. [Inara Aliyah Yuhendra]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda