Murid dan guru TK Mahkota Bunda. | Helen
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Balai Veteriner Lampung menggelar vaksinasi rabies, lapak baca, dan kampanye gizi bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Lampung, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Minggu (27/9/2026).
Guru TK Mahkota Bunda, Rina Puspawati, mengatakan, edukasi mengenai rabies dinilai penting dikenalkan kepada anak sejak usia dini.
Rina mengatakan, pihak sekolah mendapat undangan dari Balai Veteriner Lampung untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang mengangkat tema hewan dan rabies.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pengetahuan baru.
Pengetahuan mengenai hewan peliharaan sekaligus mengenali potensi bahaya rabies.
“Undangan ini bagus untuk edukasi anak-anak, apalagi sebagian besar orang tua dan anak pasti memiliki hewan peliharaan di rumah,” ujar Rina.
Ia menilai edukasi tersebut juga dapat memberikan pengetahuan kepada orang tua.
Terutama dalam mengenali perubahan perilaku hewan peliharaan. Sebab, hal itu dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan.
Rina mengatakan, sebanyak 16 siswa TK Mahkota Bunda mengikuti kegiatan tersebut.
Para siswa hadir bersama orang tua untuk mengikuti rangkaian acara dan lomba yang disiapkan panitia.
Selain lomba mewarnai, anak-anak juga mendapatkan komik bergambar yang berisi edukasi mengenai hewan dan rabies.
Menurut Rina, media tersebut menjadi daya tarik bagi anak-anak karena sesuai dengan karakter belajar anak usia dini.
“Kalau anak TK mungkin untuk membaca belum bisa, tapi melalui gambar pesan yang didapat dari tujuan kita hari ini bisa tersampaikan,” katanya.
Ia menilai penggunaan gambar dapat membantu meningkatkan minat anak untuk mengenal informasi baru. Pesan edukasi mengenai rabies pun dapat disampaikan dengan cara yang lebih mudah dipahami.
Rina berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan, sehingga anak-anak memperoleh edukasi mengenai kesehatan hewan sejak usia dini. [Helen Meldiana]

Tinggalkan Komentar Anda