Rakor Bank Lampung. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta Bank Lampung menerapkan reward and punishmen bagi karyawan untuk pencapaian target bank milik pemerintah daerah ini pada tahun 2026.
Mirza mengatakan, setiap tenaga marketing yang ada mesti diberikan target yang terukur. Dengan demikian, setiap bulan mereka ada target yang mesti dicapai. Mirza bilang, jangan sampai karyawan Bank Lampung terjebak dalam zona nyaman sehingga mengabaikan target.
Mirza bilang, karyawan baru bisa diberikan pengetahuan memadai oleh divisi SDM untuk kemudian diturunkan mencari pendapatan untuk perusahaan daerah ini.
Mirza bilang, manajemen mesti memberikan reward and punishment sehingga ada fairness dalam bekerja. Jika tidak demikian, Mirza khawatir manajemen akan mengabaikan target dan menjalani pekerjaan dengan biasa-biasa saja.
Mirza bilang, dengan skema reward and punishment ini, tenaga marketing dan semua wadyabala Bank Lampung akan semangat akan ada target yang mesti dicapai. Kepada mereka yang mencapai target, silakan diberikan penghargaan yang tinggi dan sesuai dengan kemampuan perusahaan daerah ini.
Sebaliknya, jika tidak memenuhi target, mesti dilakukan evaluasi menyeluruh dan diberikan punishment secara fair.
Demikian salah satu intisari paparan Gubernur Mirza hari ini di Bank Lampung dalam rapat koordinasi (rakor). Rakor dihadiri Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan, komisaris utama Bank Lampung M Firsada, dan Penjabat Direktur Utama Bank Lampung Indra Merviana. []

Tinggalkan Komentar Anda