Bandar Lampung

Gemar Literasi Bandar Lampung, YBM Brian, dan Bright Scholarship Bahas Kesehatan Mental dan Persiapan Dunia Kerja

Gemar Literasi Bandar Lampung, YBM Brian, dan Bright Scholarship Bahas Kesehatan Mental dan Persiapan Dunia Kerja

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Gemar Literasi Bandar Lampung mengadakan kegiatan kolaborasi bersama YBM BRIaN dan Bright Scholarship Bandar Lampung, Sabtu, 14 Maret 2026.

Kegiatan ini membahas sejumlah topik penting, di antaranya kesehatan mental mahasiswa di akhir semester, cara membangun resilien saat menghadapi tekanan dan pengembangan diri untuk menghadapi dunia setelah kampus.

Acara ini dibuka Ketua Gemar Literasi Bandar Lampung Melisa. Melisa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa YBM BRIaN dan Bright Scholarship Bandar Lampung atas terselenggaranya kegiatan ini, serta atas kepercayaan yang diberikan dengan melibatkan Gemar Literasi dalam kolaborasi tersebut.

Melisa menyampaikan, gagasan awal pembentukan Komunitas Gemar Literasi ini didasari oleh rasa simpati dan empati akan rendahnya tingkat literasi yang ada pada masyarakat indonesia tekhususnya di wilayah Bandar Lampung.

Ia melihat, generasi saat ini semakin jauh dari buku, mudah jenuh saat membaca suatu teks informasi, berita atau ilmu pengetahuan, sulit mengembangkan diri, dan kurang memiliki rasa peduli akan kondisi yang terjadi di sekitarnya.

Komunitas literasi merupakan wadah yang tepat dalam upaya pengembangan sumber daya manusia khususnya pengembangan budaya membaca.

Dalam kegiatan ini, Anggia Indriyani hadir sebagai pemateri. Ia memberikan arahan kepada peserta terkait dengan persiapan saat menjelang semester akhir atau yang sedang menjalani semester akhir.

Ia menilai, situasi ini pastinya sering muncul banyak tantangan dalam mengerjakan tugas akhir seperti skripsi, overthinking terkait masa depan, hingga tekanan mental.

Lebih lanjut, Anggia juga membagikan sejumlah tips dan strategi yang dapat membantu mahasiswa menjaga kesehatan mental serta tetap berkembang di tengah tekanan tersebut.

Untuk menjaga kesehatan mental, mahasiswa disarankan mampu mengatur waktu dengan baik, memberi jeda istirahat di sela aktivitas.

Ketika lelah boleh beristirahat, tetapi jangan berhenti sampai berhasil mencapai apa yang dulu sudah diniatkan dan diusahakan.

Mahasiswa juga diminta tidak ragu untuk berbagi cerita dengan orang terdekat.

Selain itu, penting untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri dan memahami bahwa setiap proses memiliki waktunya masing-masing.

Dalam membangun resilien atau ketahanan diri, mahasiswa perlu melatih pola pikir positif dengan melihat tantangan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Mengelola ekspektasi, fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan, serta tetap konsisten dalam usaha menjadi kunci utama agar tidak mudah menyerah.

Sementara itu, dalam menghadapi dunia setelah kampus, Anggia mendorong mahasiswa untuk mulai mengembangkan diri sejak dini.

Hal ini dapat dilakukan dengan memperluas relasi, meningkatkan keterampilan baik hard skill maupun soft skill, serta aktif mencari pengalaman melalui organisasi, pelatihan, atau magang.

Dengan persiapan yang matang, mahasiswa diharapkan mampu menghadapi dunia kerja dan kehidupan pasca kampus dengan lebih percaya diri dan siap bersaing. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda