Gema Tari Nusantara
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pertunjukan bertajuk “Heritage in Motion: Gema Tari Nusantara” digelar di Bukit AsLan pada Sabtu malam Minggu, 12 September 2026. Rangkaian acara berlangsung sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB di area Sunset Courtyard, Bukit AsLan.
Dalam sinopsis yang diunggah akun Instagram resmi Bukit AsLan, pertunjukan ini digambarkan sebagai representasi kekayaan budaya Indonesia yang membentang dari Sabang hingga Merauke.
Gema Tari Nusantara mempertemukan warna-warni tradisi dari berbagai penjuru negeri melalui perpaduan musik, gerak, dan ekspresi tari dalam satu kesatuan pertunjukan yang mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Pementasan menampilkan keberagaman tari tradisional dari berbagai provinsi di Indonesia dalam satu rangkaian pertunjukan kolaboratif. Pertunjukan dibawakan oleh Sanggar Gar DanceStory dengan durasi sekitar 40 menit.
Sejumlah tarian yang ditampilkan antara lain Tari Riak Sai Wawai dan Sigeh Penguten sebagai tarian pembuka khas Lampung. Tarian ini menyambut penonton dengan gerak gemulai khas daerah tuan rumah.
Selain tarian Lampung, penonton turut disuguhi Tari Ratoeh Jaroe atau Tari Saman dari Aceh yang dikenal energetik lewat kecepatan dan kekompakan gerakan tangan. Tari Piring dari Sumatera Barat juga ditampilkan dengan atraksi kelincahan penari membawa piring di telapak tangan.
Turut hadir pula Tari Jaipong dan tarian daerah Jawa yang menonjolkan keluwesan gerak serta ketukan musik tradisional khas Jawa. Sebagai penutup, ditampilkan Tari Nusantara Kontemporer, koreografi kreasi baru yang memadukan elemen gerak tradisional dari berbagai provinsi seperti Kalimantan dan Bali dalam satu panggung kolosal.
Gema Tari Nusantara merupakan bagian dari agenda berkala “Heritage in Motion” di Bukit AsLan yang rutin digelar pada akhir pekan. Selain Gema Tari Nusantara, agenda ini juga sebelumnya menghadirkan Sendratari Tanoh Krakatau, pertunjukan kolosal yang mengangkat kisah letusan Gunung Krakatau tahun 1883.
Untuk pementasan skala besar seperti Sendratari Tanoh Krakatau, jumlah penonton di Sunset Courtyard dibatasi sekitar 300 hingga 500 orang per sesi. Pembatasan ini diterapkan demi kenyamanan penonton mengingat kapasitas tribun terbuka yang dirancang agar setiap pengunjung mendapat sudut pandang terbaik ke arah panggung dan pemandangan kota.
Tiket pementasan di Bukit AsLan dikenal kerap ludes terjual dalam waktu singkat sejak reservasi dibuka melalui WhatsApp. Area Sunset Courtyard pun kerap dipadati penonton dari berbagai kalangan usia yang datang lebih awal demi mendapatkan posisi duduk terbaik.
Selain Gema Tari Nusantara, Bukit AsLan juga telah menyiapkan sejumlah agenda lain sepanjang September 2026. Live Music Performance oleh The Ferdys dijadwalkan digelar dua kali, yakni pada Sabtu, 19 September 2026, dan Kamis, 24 September 2026, masing-masing berlangsung pukul 17.30–21.00 WIB.
Selanjutnya, pada Sabtu, 26 September 2026, giliran pertunjukan “Heritage in Motion: Sendratari Puteri Bulan” oleh Sanggar Gar DanceStory yang akan digelar. Pementasan ini menggunakan sistem tiket khusus, dengan detail lebih lanjut yang masih akan diumumkan kemudian. [Najwa Kamila Faradisa]

Tinggalkan Komentar Anda