Bandar Lampung

Gelar Ramen, PIK-R Raya Unila Ajak Mahasiswa Lebih Peduli Kesehatan Mental

Gelar Ramen, PIK-R Raya Unila Ajak Mahasiswa Lebih Peduli Kesehatan Mental

Kegiatan Ramen PIK R Raya Unila. | Helen

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Pusat Informasi dan Konseling Remaja Respect and Advocation Youth Association (PIK-R Raya) Universitas Lampung (Unila) bekerja sama dengan Deep Talk Lampung Camp menggelar kegiatan Ramen (Recovery and Youth Advocacy about Mentality) di Surau BMC, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk berbagi pengalaman, mengenali emosi, serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental.

Mengusung tema “Listen, Heal, Rise: Dengarkan Dirimu, Pulihkan Jiwamu, Bangkit Bersama”, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah sesi interaktif, mulai dari simulasi konseling kelompok kecil, art therapy, hingga guided healing meditation.

Rangkaian kegiatan ini juga bertujuan membekali peserta dengan keterampilan mendengarkan secara aktif, serta dapat memberikan dukungan awal kepada teman sebaya.

Pembina UKM PIK-R Raya Unila, Madi Hartono, mengatakan masalah merupakan bagian dari kehidupan yang dapat dialami siapa saja, termasuk mahasiswa dan dosen. Menurutnya, setiap orang perlu belajar memahami dan menyikapi masalah agar tidak menjadi beban yang semakin berat.

“Masalah-masalah itu pasti ada. Tergantung dari kadar masalah itu dan bagaimana kita menyikapi masalah itu,” ujar Madi.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi mahasiswa guna belajar menghadapi persoalan melalui lingkungan yang mendukung.

Keikutsertaan dalam kegiatan ini, menurutnya, bukan berarti seseorang sedang mengalami masalah, melainkan bagian dari upaya mempersiapkan diri menghadapi berbagai situasi kehidupan.

Madi mengingatkan agar tidak sembarangan menjadikan media sosial sebagai tempat mencurahkan persoalan pribadi.

Informasi yang beredar di media sosial dapat memunculkan penilaian dari orang lain, tanpa memahami secara utuh latar belakang suatu kejadian.

Karena itu, keberadaan teman sebaya yang mampu mendengarkan dan memberikan dukungan dinilai penting.

Melalui penguatan peran pendidik sebaya dan konselor sebaya, PIK-R Raya diharapkan dapat membantu mahasiswa menemukan ruang yang lebih tepat, untuk berbagi dan memperoleh dukungan.

Selain membahas kesehatan mental, Madi menilai pembekalan bagi generasi muda perlu dilakukan sejak dini, agar mereka lebih siap menghadapi berbagai persoalan pada masa mendatang.

Ini mernjadi bekal yang dapat melengkapi pengalaman mahasiswa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

Melalui RAMEN, PIK-R Raya Unila berharap tumbuh lingkungan pertemanan yang lebih terbuka, saling mendengarkan, dan tidak mudah menghakimi.

Dengan demikian, mahasiswa dapat lebih memahami kondisi diri sendiri, sekaligus memberikan dukungan yang tepat kepada orang-orang di sekitarnya. [Helen Meldiana]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda