Sarah Annisa. | Andini Berlian Maulani

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sarah Annisa memulai ikut perhelatan Putri Hijab Lampung tahun 2021. Informasi awal, Sarah mendapatkannya dari teman kakaknya yang menjadi panitia perhelatan itu.
Sarah juga berusaha mencari informasi soal kompetisi itu. Termasuk soal tujuan, visi, misi, dan sebagainya. Usai mempelajari itu, ia memutuskan diri mendaftar ikutan perhelatan Putri Hijab tahun 2021.
Untuk mengikuti perhelatan ini, selain wawancara, Sarah juga mesti menjalani sesi lain yaitu unjuk kemampuan. Karena punya dasar hidup di pondok pesantren, Sarah menampilkan publik speaking, kemudian memasak, dan menari.
Kemudian, Sarah mesti menjalani sesi pemotretan. Kemudian sesi voting. Mereka yang mendapat voting cukup banyak, Sarah masuk sebagai finalis. Memang kala itu gadis cantik ini belum ditakdirkan menjadi juara.
Namun, dari situ ia mempunyai banyak pengalaman dalam dunia modeling. Meskipun tak menang, permintaan promosi dari banyak produk skincare, makanan, fashion, dan lainnya mengajak Sarah.
Tahun 2022, Sarah bekerja di sebuah korporasi industri ritel. Waktunya tak begitu leluasa untuk mengiyakan semua permintaan promosi produk di media sosial.
Sebagian memang masih ia kerjakan. Sebagian lagi mesti ia tolak karena waktu bekerja yang lumayan menyita.
Sarah mulai aktif lagi di dunia pageant ini pada 2023. Ada sebuah produk di bawah Putri Hijabfluencer yang mengadakan program pemilihan brand ambassador. Sarah mesti menjalani banyak sesi. Kali ini ia lebih siap karena sudah punya pengalaman sebelumnya.
Di ajang ini, Sarah masuk 25 besar. Dari sini, permintaan endorse kepadanya makin membeludak. Sarah tak mengiyakan semua. Apalagi kini ia mulai kuliah sehingga mesti piawai atur waktu.
Buat Sarah, mengerjakan sesuatu itu, termasuk unggah konten promosi mesti sempurna. Maka itu, supaya waktunya cukup, Sarah pilih-pilih untuk pekerjaan ini.
Akan tetapi, daya tarik sebuah kompetisi buat Sarah tak bisa ditampik. Kali ini event berupa pemilihan Duta Muslimah level nasional. Sarah kembali ikut di dalamnya.
Sarah juga mesti menjalani banyak sesi secara daring. Syukurnya, hasilnya optimal. Gadis cantik ini bilang, ia masuk kategori estetik Duta Muslimah dan menyandang gelar itu setahun ke depan.
Sarah punya obsesi maksimal di dunia model ini. Sarah mengatakan, ia memang suka sekali dengan pemilihan Putri Indonesia, Miss Internasional, dan lainnya.
Maka itu, ia punya impian besar di bidang ini. Buat Sarah, semua itu menghasilkan pengalaman yang berharga. Baginya, pengalaman berharga itu penting buat dirinya.
Sebetulnya, kesukaan Sarah mengikuti pemilihan putri semacam itu sudah sejak lama. Waktu ia bersekolah SMA di Bogor, Sarah juga ikut di pondok pesantren. Waktu itu ada pemilihan putri pesantren atau Miss Pondok.
Waktu itu, Sarah menampilkan tarian Lampung. Kostum pun dibuat Sarah seadanya. Termasuk membuat siger.
Alhamdulillah hasilnya maksimal. Sarah menjadi juara I. ia ditahbiskan sebagai Miss Pondok. Itu tahun 2020.
Soal gaya bak model itu, Sarah mengakui banyak sumber di internet. Sarah mengatakan, konten di YouTube cukup banyak yang bermanfaat. Termasuk gaya dalam menari, berjalan di catwalk, dan lainnya. Bahkan, belajar memasak pun kini bisa didapat dari YouTube.
Dari beragam pengalaman mengikuti kompetisi itu, Sarah mengatakan, ia mendapat banyak manfaat.
Apalagi di Duta Muslimah dan Putri Hijab itu ia memiliki banyak program kerja. Ia bertugas memberikan motivasi kepada remaja, kepada masyarakat berkenaan dengan hijab dan lainnya.
Dari sini pula Sarah akrab dengan berbagai kegiatan filantropi dan sosial. Termasuk yang baru lalu soal kegiatan konser amal untuk Palestina di Trans Studio Mini Lampung.
Yang jelas, relasi Sarah kini semakin banyak. Endorse-an pun semakin banyak. Selain dimensi sosial, ia juga mendapat uang dari kegiatan promosi produk di media sosial.
Sarah memang sempat menyimpan asa menjadi pramugari. Entah kenapa daya tarik seorang pramugari itu benar-benar membuatnya suka dengan profesi ini.
Namun, lantaran tinggi badan tidak memenuhi syarat, Sarah mesti memendam asa itu dalam-dalam. Meskipun demikian, dengan kondisi sekarang, Sarah merasa bersyukur.
Ilmu dan pengalamannya kini semakin banyak. Rasa penasaran membuatnya mengikuti beragam event itu. Itulah yang membuatnya mengikuti Putri Hijab dan Duta Muslimah dan berhasil.
Sarah kini makin lekat dengan dunia sosial. Dengan begitu, ia makin tahu dunia lain selain dirinya sendiri.
“Selagi positif, aku pasti ikutan,” kata dia.
“Semakin banyak teman, semakin banyak juga wawasan kita.”
Sarah meyakini, dirinya mungkin banyak kekurangan jika dibandingkan dengan yang lain. Akan tetapi, sikap demikian tentu tidak bijak.
Banyaknya aktivitas sekarang ini, buat Sarah, adalah pembuktian bahwa dengan keterbatasan yang ada, kita bisa tetap memberikan kemanfaatan kepada orang lain dan lingkungan sosial kita.
Sarah menambahkan, dalam hidup, ada saja pihak yang mencemooh dan memandang rendah kita. Namun, jangan berhenti dan menyerah.
“Justru itu menjadi motivasi kita untuk maju dan berkembang. Kita ubah hinaan itu dengan tepuk tangan mereka pada akhirnya.”
Sarah juga ingin memberikan bukti kalau perempuan atau muslimah itu punya habitat yang luas, tidak sebatas di rumah. Sangat banyak aktivitas positif yang bisa dilakukan. itu membuatnya makin percaya diri untuk membuktikan kalau dirinya bisa.
“Perempuan juga mampu membangun nilai yang tinggi dalam dirinya, membangun prestasi, dan mempunyai wawasan yang luas.”
“Yang lebih penting, bikin bangga orangtua, terutama untuk almarhum Papa, yang semasa hidup juga banyak berkegiatan sosial.” Sukses selalu untukmu ya, Sarah. []

Tinggalkan Komentar Anda