Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Festival Tunas Bahasa Ibu 2023, Lestarikan Bahasa Lampung demi Generasi Penerus yang Cerdas dan Hargai Warisan Budaya

Festival Tunas Bahasa Ibu 2023, Lestarikan Bahasa Lampung demi Generasi Penerus yang Cerdas dan Hargai Warisan Budaya

Hafidz Muksin, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (kanan). | Kezia Permata Sari Sihite

Hafidz Muksin, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (kanan). | Kezia Permata Sari Sihite

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Hotel Novotel menjadi saksi digelarnya Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi sebagai bagian dari program Merdeka Belajar Episode 17: Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Senin, 6/11/2023.

Guna menggairahkan semangat anak-anak muda untuk mencintai bahasa daerah, UPT Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kantor Bahasa Provinsi Lampung, mengadakan serangkaian lomba dan acara yang melibatkan ratusan siswa dari berbagai sekolah di Lampung.

Hafidz Muksin, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, FTBI bertujuan untuk memperkenalkan dan mewariskan bahasa Lampung kepada generasi penerus.

“Kami ingin membentuk kesadaran akan pentingnya melestarikan bahasa daerah di kalangan anak-anak. Mereka adalah tunas-tunas muda yang perlu kami tanamkan cinta terhadap bahasa daerah dan menjaga warisan budaya Lampung agar tetap hidup,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung Desi Ari Pressanti menyoroti fakta keprihatinan terhadap kondisi bahasa daerah.

“Dari data BPS, jumlah penutur bahasa daerah di Provinsi Lampung hanya sekitar 6.250 orang, sangat sedikit jika dibandingkan dengan total penduduk Lampung saat ini,” tambahnya.

FTBI merupakan bentuk konkret dari upaya pemerintah dan masyarakat Lampung untuk menghadirkan perubahan positif dalam menjaga keberlanjutan bahasa daerah.

Kegiatan yang digelar mulai Senin kemarin hingga Rabu, 8 November 2023, itu melibatkan kompetisi-kompetisi menarik, seperti pidato bahasa Lampung, pembacaan puisi, dan komedi tunggal bahasa Lampung. [Kezia Permata Sari Sihite]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda