Nusantara

Duta Universitas Teknokrat Indonesia Chika Bianca: Mahir Menari, Sarat Prestasi

Duta Universitas Teknokrat Indonesia Chika Bianca: Mahir Menari, Sarat Prestasi

Chika Bianca

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Duta Universitas Teknokrat Indonesia yang juga Duta Remaja Berbakat 2025, Chika Bianca, punya kemahiran menari sejak kecil. Karena kepiawaian bidang ini, ia sering tampil dalam beragam perhelatan. Baik yang diadakan kampusnya, Universitas Teknokrat Indonesia, maupun ajang yang lain.

Kepada wartalampung.id, Chika mengatakan, ia menyukai dunia tari sejak kecil dan mulai aktif menari sejak duduk di bangku SD.

Sejak saat itu Chika tergabung dalam ekstrakurikuler tari di sekolah dan rutin tampil dalam berbagai kegiatan internal maupun eksternal.

Kecintaan terhadap seni tari ini terus berlanjut hingga sekarang.

Saat ini, ia tergabung dalam UKM Tari Teknokrat dan dipercaya sebagai Ketua Divisi Tari Tradisional.

Dari posisi ini, Chika semakin sering terlibat dalam pelatihan, pementasan, dan pengembangan karya tari, baik di kampus maupun di luar kampus.

Chika menguasai beberapa tarian tradisional yang biasa saya tampilkan, seperti tari Manjau, Rentak Bekipas, Sembah Pebokou, Ngunten, Muli Batin, dan tarian lainnya.

Tarian-tarian ini kerap ia pentaskan dalam berbagai acara resmi, baik di kampus maupun luar kampus, dan jika ada perlombaan, biasanya menggarap tarian baru.

Chika juga lumayan sering tampil di berbagai acara besar, baik di dalam kampus maupun luar kampus, termasuk ajang perlombaan tari tingkat regional dan nasional.

Beberapa prestasi yang pernah saya raih bersama tim di antaranya:

  1. Juara III iFORTE National Dance Competition Regional Lampung 2025
  2. Juara Harapan I National Folklore Festival (NFF) FEB UI 2025
  3. Juara II Tari Tradisional Fellasia 2025 Tingkat Nasional yang diselenggarakan Universitas Brawijaya.

Setiap kompetisi menjadi pengalaman yang sangat berharga, bukan hanya untuk menunjukkan kemampuan, melainkan, juga memperkuat kekompakan tim dan memperluas wawasan seni.

Pengalaman yang paling berkesan bagi Chika sejauh ini adalah saat tampil dan lomba di sebuah ajang budaya besar dengan persiapan yang sangat intensif.

”Kami latihan berbulan-bulan, menghadapi tantangan fisik, jadwal padat, dan kesibukan kuliah. Tapi ketika akhirnya bisa tampil dengan maksimal dan mendapat apresiasi dari penonton maupun juri, rasanya semua perjuangan itu terbayar lunas, apalagi jika mendapat juara,” kata Chika.

Momen seperti itu membuat saya semakin yakin bahwa menari bukan sekadar gerakan, tetapi bentuk ekspresi, dedikasi, dan kebanggaan terhadap budaya.

Sebagai penari profesional, Chika mempunyai kiat atau tips supaya bisa menjadi penari yang baik dan mahir.

Menurut dia, untuk menjadi penari yang baik dan mahir, pertama, dibutuhkan kedisiplinan, konsistensi, serta rasa cinta yang tulus terhadap seni tari.

Kedua, seorang penari tidak hanya dituntut untuk menguasai gerakan, tapi juga harus mampu memahami makna dan emosi dari tarian yang dibawakan.

Selain itu, ketiga, penting untuk terus belajar dari berbagai sumber, terbuka terhadap kritik, dan menjaga semangat meskipun latihan terasa berat.

”Ketekunan dan rasa menghargai proses adalah kunci dalam dunia tari.”

Sukses selalu Chika. [Adian Saputra]

Nama                   : Chika Bianca Putri Fany

Panggilan             : Chika

SMA                      : SMA Negeri 1 Kotaagung

Kuliah                   : Program Studi Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia (semester IV)

Tinggi                   : 160 cm

Berat                    : 55 kg

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda