UTI dan Unila kerja bareng optimalkan IoT ko,am ikan air tawar. | Dokumentasi UTI

Wartalampung.id, Pringsewu – Internet of things (IoT) adalah konsep di mana objek-objek fisik atau “hal-hal” dalam lingkungan sehari-hari terhubung ke internet atau jaringan komunikasi lainnya, dan dapat saling berkomunikasi dan bertukar data secara otonom.
Konsep ini melibatkan penggunaan sensor, perangkat lunak, dan teknologi lainnya untuk mengumpulkan data dari lingkungan sekitar, mentransmisikan data tersebut melalui jaringan, dan mengizinkan objek-objek tersebut berinteraksi dengan lingkungan dan manusia.
Penerapan IoT pada kolam ikan tawar bisa sangat membantu dalam mengoptimalkan pengelolaan kolam dan meningkatkan hasil panen.
Dengan penerapan IoT, peternakan ikan tawar menjadi lebih efisien, biaya operasional bisa ditekan, dan hasil panen dapat meningkat secara signifikan.
Ewak Pond merupakan kelompok budi daya kolam ikan tawar milik masyarakat setempat yang berlokasi di pekon patoman Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Oringsewu.
Evran yang merupakan ketua kelompok dari Ewak Pond. Ewak Pond memiliki 14 anggota dengan jumlah 20 kolam ikan yang dibudidayakan yaitu terdiri dari ikan lele, ikan nila, dan gurame. Ukuran dari masing-masing kolam bervariatif mulai dari 4 x 3 dan 3 x 3 meter.
Pada kesempatan kali ini, Universitas Teknokrat Indonesia berkolaborasi dengan Universitas Lampung mengadakan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh DRTPM (Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat) dan dinaungi oleh LPPM Universitas Teknokrat Indonesia.
Tim dari PKM ini adalah Debby Alita, M.Cs., Ade Surahman, M.Kom., Dr. Munti Sarida, S.Pi., M.Sc, selain dosen tim ini juga melibatkan mahasiswa aktif yakni Muhammad Arief Martadinata, Ryan Adjie Prasetyo, Muhammad Rohili, Puspita Putri
Kegiatan PKM DRTPM ini dihadiri oleh Mitra PKM Pak Evran Wijaya dan 14 anggota kelompok ewak pond. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juli 2024, dan 9 September 2024 yang lalu.
Ini meliputi edukasi bagi seluruh kelompok Ewak Pond dan masyarakat setempat mengenai budi daya ternak ikan tawar baik pemula maupun yang sudah lama berkecimpung pada budi daya ikan tawar yang disampaikan oleh Munti Sarida, S.Pi, M
Selain itu, penerapan alat teknologi berbasis IoT pada Ewak Pond yang dilakukan oleh tim dari Universitas Teknokrat Indonesia yakni Debby Alita, M.Cs dan tim mahasiswa.
Edukasi tentang budidaya ikan tawar memiliki beberapa tujuan penting yang dapat berdampak positif baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan.
Tujuan pentingnya, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan individu tentang teknik budi daya ikan tawar, mulai dari persiapan kolam, pemilihan bibit, pemberian pakan, hingga pemeliharaan air dan kesehatan ikan.
Universitas Teknokrat Indonesia juga memberikan teknologi berupa teknologi berbasis IoT sehingga memudahkan beberapa pekerjaan peternak seperti pemberian pakan otomatis lalu memudahkan peternak juga dalam mengecek pH air secara realtime.
Dengan demikian, peternak tidak perlu meraba sendiri kondisi pH air atau tidak perlu lagi menggunakan pengukur ph air secara manual dengan menggunakan kertas.
Dampak dari kegiatan ini adalah dengan meningkatkannya pengetahuan yang didapat oleh kelompok budidaya ikan tawar Ewak Pond dengan dibuktikan dari hasil prates dan pascates yang mengalami peningkatan nilai 100% terjawab benar pada saat pascates.
Seluruh peternak sangat berharap program ini dapat bersifat berkelanjutan karena kolamnya masih banyak memerlukan sentuhan teknologi terbaru. Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap penerapan IoT di kalangan petani, peternak, dan nelayan bisa semakin optimal. []

Tinggalkan Komentar Anda