Bandar Lampung

Divisi Minat dan Bakat Imasapra FKIP Unila Gelar Latihan Perdana

Divisi Minat dan Bakat Imasapra FKIP Unila Gelar Latihan Perdana

Latihan perdana. | Putu Suati

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ikatan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis (Imasapra) FKIP Universitas Lampung resmi memulai langkah awal pembinaan seni dan bakat mahasiswa melalui program kerja bertajuk Pratiquez Chaque Semaine kemarin.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 20 mahasiswa ini menjadi ruang pengenalan awal untuk empat subbidang utama, yaitu musik (tradisional dan modern), olah vokal, seni tari, hingga teater.

Meskipun latihan perdana telah dimulai secara daring sejak libur semester, pertemuan tatap muka secara langsung perdana dibuka oleh subbidang teater pada 7 Agustus lalu di Coin de France—sekretariat Imasapra di lingkungan FKIP Unila.

Hingga kini, intensitas latihan terus ditingkatkan. Subbidang teater telah menggelar 9 kali latihan, seni tari 6 kali, serta musik dan menyanyi masing-masing 4 kali latihan.

Kegiatan rutin ini dilaksanakan secara fleksibel menyesuaikan jadwal mahasiswa di Coin de France maupun Graha Mahasiswa Baru, dengan pilihan sesi pada pukul 10.00, 13.00, atau 15.00 WIB.

Untuk mengoptimalkan kualitas, Imasapra menghadirkan pelatih profesional dan pendampingan senior. Subbidang musik dan vokal dilatih langsung oleh dosen Pendidikan Musik Unila, Hasyimkan. Sementara subbidang teater dan tari didampingi oleh mahasiswa senior angkatan 2024.

Ketua Bidang Divisi Minat dan Bakat, Windi Cinta Puspita, menyampaikan bahwa agenda rutin ini berfokus pada pemetaan potensi sekaligus pembentukan dasar kemampuan para anggota.

“Tujuan utamanya adalah menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat, melatih kreativitas, kepercayaan diri, serta kekompakan,” ujar mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis angkatan 2025 tersebut saat diwawancarai melalui WhatsApp, Senin (7/9/2026).

Sebagai divisi baru, tantangan terbesar terletak pada pembentukan pola latihan yang presisi untuk setiap cabang seni.

Namun, tingginya antusiasme peserta menjadi modal positif bagi kepengurusan divisi dalam membangun fondasi organisasi ke depan. [Putu Suati Kartika Dewi]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda