Agus Widodo (tengah) dalam diskusi Walhi. | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung menggelar diskusi publik bertajuk “Membaca Arah Kebijakan Pembangunan 2025” di Boga Coffee, Tanjungkarang Barat, 18 Maret 2025.
Diskusi ini mengangkat isu bencana ekologis di wilayah perkotaan dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, Asisten III Kota Bandar Lampung Ahmad Husna, anggota Komisi 3 DPRD Kota Bandar Lampung Agus Widodo, akademisi Universitas Lampung Fuad Abdulgani, jurnalis serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandar Lampung.
Dalam diskusi tersebut, Agus Widodo menegaskan DPRD Kota menjalankan fungsi pengawasan sejak November 2024. Dia sudah mengingatkan Pemkot untuk serius menangani 8 titik banjir.
Bahkan, ketika rapat dengar pendapat pascareses di akhir tahun 2024, Komisi 3 kembali mengingatkan Pemkot melalui Dinas PU untuk serius menangani masalah banjir.
Sebab, akan memasuki musim hujan dengan memperbaiki drainase yang penuh oleh sedimentasi tanah dan sampah.
“Banjir pada 17 Januari 2025 dan 22 Februari 2025 adalah yang terbesar di Bandar Lampung,” kata dia.
Agus menjelaskan, ketika RDP lintas OPD yang diikuti Baperida, Dinas PU, Perkim, dan DLH pada awal Ramadan, ia mengingatkan Pemkot segera membuat masterplan penanganan banjir yang holistik dari hulu ke hilir.
Kemudian, membuat peta hidrolik yang mengatur aliran air dari hulu ke hilir agar bencana banjir ini tidak terus terjadi.
Lainnya, memperbaiki drainase di titik-titik banjir, pendalaman sungai, dan yang paling penting fokus anggaran pada penanganan banjir.
”Komisi 3 mendukung Pemkot jika memfokuskan anggaran pada penanganan banjir yang holistik dari hulu ke hilir,” kata dia.
Ia menambahkan, menjelang Idulfitri, Pemkot jangan sampai lengah dan mampu menjamin kenyamanan masyarakat khususnya terkait masalah banjir.
”Jangan sampai suasana kegembiraan berubah menjadi musibah,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bandar Lampung itu. []

Tinggalkan Komentar Anda