Subadria Nuka (kiri). | Anggi Dwi Raharti
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Praktisi hukum Subadria Nuka menjadi pemateri dalam dialog publik yang digelar Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Cabang Lampung dengan judul “Indonesia Emas 2045?” yang bertema “Siapa Yang Bertanggung Jawab Atas Kerusuhan Saat ini”.
Dalam pemaparannya di BPMP, ia menyoroti persoalan kerusuhan yang belakangan terjadi di sejumlah daerah di Indonesia terutama Lampung.
Diskusi tersebut menyoroti tema “Siapa yang bertanggung jawab atas kerusuhan saat ini?”
Menurut Subadria, kerusuhan ini merupakan tanggung jawab bersama.
“Rusuh itu mungkin karena adanya kebijakan-kebijakan pemerintah yang mungkin menurut masyarakat tidak memihak ke masyarakat, dan masyarakat merasa geram,” ujarnya.
Demonstrasi juga dipicu adanya oknum yang menurutnya dan menurut masyarakat kurang elok melihat kondisi yang hari ini sangat mengkhawatirkan.
Subadria juga menyoroti pandangan miring masyarakat terhadap demonstrasi.
Bahwa aksi unjuk rasa sejatinya adalah jembatan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi kepada pejabat publik.
“Jangan sampai demonstrasi justru dipandang negatif. Kita harus belajar dari kejadian di Surabaya, Makassar, dan daerah lain agar hal serupa tidak terjadi lagi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pentingnya stabilitas ekonomi nasional dalam upaya menyongsong Indonesia Emas 2045 dari para investor. Ekonomi merupakan salah satu alasan terjadinya demonstrasi.
Sebagai penutup Subadria memberikan apresiasi pada Lampung yang mampu menjaga kondusivitas saat aksi demonstrasi.
Ia menilai, meskipun sempat ditemukan oknum yang mencoba memprovokasi, namun aksi tetap berlangsung damai dan tertib. [Anggi Dwi Raharti]

Tinggalkan Komentar Anda