Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Dinas Sosial Lampung Bekali Staf dan Mitra Supaya Cakap Kelola Media Sosial

Dinas Sosial Lampung Bekali Staf dan Mitra Supaya Cakap Kelola Media Sosial

Kadis Sosial Lampung Aswarodi. | Ahmad Adnan Firdaus

Kadis Sosial Lampung Aswarodi. | Ahmad Adnan Firdaus

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dinas Sosial Provinsi Lampung menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Melalui Bimbingan Teknis Pengelolaan Media Sosial. Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 08.00 WIB di Hostel Alvia, di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Sumurbatu, Telukbetung Utara, Rabu, 6/12/2023.

Dinas Sosial Lampung menghadirkan 3 narasumber, yaitu Rudi Iwan Taruna (Ketua Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Disominfotik Lampung), Ikram Rizal (influencer), dan Adian Saputra (Pemimpin Redaksi Wartalampung.id).

Adapun peserta bimtek terdiri dari unsur Koordinator Wilayah PKH Provinsi Lampung, TKSK, Tagana, Pelopor Perdamaian, LKS, Karang Taruna, serta perwakilan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Se-Provinsi Lampung.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi mengapresiasi terkait acara tersebut. Sebab, ini adalah salah satu program prioritas.

Ia mengatakan, perkembangan dunia saat ini semuanya sudah digital. Jika dulu banyak orang bercita-cita menjadi abdi negara, sekarang kebanyakan orang ingin menjadi orang yang sukses di media digital, misalnya menjadi kreator konten Youtube, Instagram, TiktTok, dan lainnya. Dengan kata lain, ingin menjadi selebgram dan influencer.

Ia mengatakan, organisasi perangkat daerah juga mesti belajar tentang media digital. Masyarakat, kata dia, kini menghabiskan sepuluh jam dengan gawai atau ponsel.

“Jangan asal aja upload konten di Facebook, Tiktok, dan Instagram dengan sesuatu yang tidak mendidik,” kata dia.

Banyak program baik yang tidak diketahui masyarakat. Padahal, pihaknya sudah bekerja dengan baik dan tidak mendapat apresiasi masyarakat karena kurangnya informasi kepada warga.

Sebaliknya, kata dia, ada program yang biasa saja tetapi malah diapresiasi karena dinilai menginspirasi dan bisa menjadi menjadi contoh.

Dinas Sosial, kata Kadis, juga ada program yang bagus, seperti melakukan pelayanan rehabilitasi sosial kepada penyandang disabilitas. Maka itu, ketika program ini berjalan dan bisa diekspose, mesti diinformasikan ke semua kalangan.

Ia juga meminta agar semua informasi itu disebarluaskan sampai ke tingkat paling bawah.

Aswarodi menilai, inilah kekuatan media sosial untuk bisa mempromosikan, menjual, dan memperkuat citra program unggulan ini. [Ahmad Adnan Firdaus]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda