Sosialisasi Cinta Bangga Paham Rupiah dan QRIS. | Azzahra Liudza

Wartalampung.id Bandar Lampung – Bank Indonesia (BI) Lampung menggelar sosialisasi “Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBPR) dan QRIS” di Student Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila), Senin, 11/11/2024.
Ini adalah rangkaian dies natalis ke-59 fakultas setempat. Acara bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya mencintai, menghargai, dan memahami rupiah sebagai alat pembayaran sah negara.
Selain itu, mengampanyekan sistem pembayaran digital QRIS yang semakin berkembang di indonesia.
Acara ini dihadiri oleh para mahasiswa, perbankan, dan asosiasi fintech.
Sosialisasi dibuka oleh Rido Ananto dari BI Lampung. Ia menekankan pentingnya mengenalkan generasi muda dengan nilai-nilai cinta terhadap rupiah.
Kata dia, sebagai alat pembayaran yang sah, rupiah harus dihargai dan dijaga keberadaannya, baik oleh masyarakat maupun pelaku ekonomi.
“Kami juga ingin masyarakat memahami betul pentingnya penggunaan QRIS, yang tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendukung inklusi keuangan di Indonesia,” ujarnya
Menurut BI, program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan rasa cinta masyarakat terhadap rupiah, serta memperkenalkan cara-cara bijak dalam menggunakan uang tunai maupun transaksi digital.
BI juga mengajak masyarakat untuk menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai bentuk transaksi pembayaran yang lebih mudah, cepat, dan aman.
Selain itu Rido juga menjelaskan cara mengenali uang asli dan palsu.
“Di dalam uang asli terdapat kode untuk tunanetra agar memudahkan mereka dan juga ada tanda dari Bank Indonesia,” jelasnya.
Rido menjelaskan, uang tidak boleh dilipat dan harus dirawat. Di dalam uang Indonesia terdapat gambar pahlawan, pemandangan, flora dan fauna indonesia yang mencerminkan kebudayaan Indonesia.
Selain itu, BI juga memperkenalkan QRIS sebagai sistem pembayaran digital yang sudah diterima luas di Indonesia.
QRIS merupakan sistem pembayaran berbasis kode QR yang memungkinkan konsumen dan pelaku usaha melakukan transaksi dengan mudah, cepat, dan aman melalui berbagai aplikasi pembayaran yang terintegrasi.
Rara Gusti, perwakilan BI Lampung, menjelaskan, penggunaan QRIS dapat mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai dan mempercepat proses transaksi di berbagai sektor, dari ritel hingga UMKM.
“QRIS memungkinkan semua pihak, dari pedagang kecil hingga perusahaan besar, untuk menerima pembayaran digital dengan biaya yang lebih rendah dan cara yang lebih efisien dan lebih cemumuah (cepat, mudah, murah, aman dan andal),” jelasnya.
Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya BI dalam mendorong inklusi keuangan dan mempercepat transformasi digital di Indonesia.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memahami dan menggunakan QRIS serta mencintai rupiah, diharapkan perekonomian digital Indonesia akan semakin berkembang, inklusif, dan efisien. [Azzahra Liudza]

Tinggalkan Komentar Anda