Sumarsih dan suaminya. | Abednego Stefanus

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sumarsih, wanita berusia 53 tahun, pada tahun 2020 yang lalu divonis secara medis memiliki kanker payudara. Terhitung sejak beberapa minggu yang lalu Sumarsih sudah menjadi bagian dari penghuni Rumah Singgah Pasien (RSP) YBM PLN-IZI Lampung.
Sumarsih adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 3 orang anak. Ia juga harus terpaksa meninggalkan anak-anaknya yang berada jauh di Kotabumi, Lampung Utara, demi menyembuhkan penyakit yang dideritanya.
Di RSP itu, Sumarsih tidak sendiri. Ia ditemani suami dari minggu lalu sampai sekarang.
“Awalnya muncul benjolan sebesar kelereng dan lama kelamaan membesar dan dokter memvonis tumor ganas,” kata Sumarsih.
Dokter mengatakan kepadanya kalau kanker yang ada di tubuhnya sudah menjalar ke hati dan harus menjalani kemoterapi untuk beberapa kali.
“Saya sudah menjalani operasi 4 kali dan kemoterapi 14 kali,” ucapnya.
Sumarsih mengatakan, dirinya sudah hampir beberapa kali singgah di rumah pasien untuk kesekian kalinya karena Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Lampung selalu penuh.
“Saya sangat merasa senang dengan adanya Rumah Singgah Pasien ini, saya sangat merasa terbantu dan fasilitas di sini sangat nyaman,” ucapnya.
Sumarsih selalu berdoa dan memohon kepada Yang Maha Kuasa agar ada jalan keluar.
“Dulu saat pertama kali datang ke rumah singgah saya tidak bisa jalan dan hanya duduk di kursi roda. Alhamdulilah saya sekarang ini sudah bisa jalan dan ada perubahan dari proses penyembuhan ini,” ujarnya.
Sumarsih juga memberikan pesan kepada mereka yang sedang mengidap kanker, jangan putus asa dan percaya bahwa Tuhan Yang Maha Penyayang pasti menolong dan menyembuhkan. [Abednego Stefanus]

Tinggalkan Komentar Anda