France Performing Arts
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Dalam kemeriahan France Performing Arts (Frapart), seni pertunjukan yang diadakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis 2024, penampilan tarian kreasi khas Lampung ini berhasil mencuri perhatian.
Menariknya, salah satu penari yang tampil memukau adalah Siti Sa’diyah, mahasiswi asal Palembang yang kini menempuh studi di Lampung.
Meskipun berasal dari luar daerah, Diyah menunjukkan semangat tinggi dalam mengenal budaya lokal.
“Aku asli Palembang, tapi sekarang kos di Lampung. Aku jadi tertarik banget buat tahu budaya di sini lebih dalam. Dari sebelumnya enggak tahu, sekarang mulai mengerti ciri khas tarian Lampung,” ujarnya dengan antusias.
Ketertarikan itu bukan tanpa tantangan. Diyah dan rekan-rekannya menghadapi beberapa kesulitan selama proses latihan, terutama dalam mengekspresikan peran dan membangun gerakan yang menyatu dengan musik.
“Ada beberapa bagian yang kami ambil dari koreografi yang sudah ada, tapi ada juga yang kami buat sendiri, terutama sebagai penyambung antarbagian lagu dan di bagian akhir lagu Sekura Calak, karena kami hanya punya lagunya tanpa koreografi,” jelas Diyah.
Baginya, membawakan budaya Lampung di atas panggung bukan sekadar tampil, melainkan proses belajar yang penuh rasa.
“Mencoba memainkan peran dengan ekspresi yang tepat itu nggak gampang. Tapi ketika akhirnya bisa tampil maksimal, rasanya luar biasa. Apalagi prosesnya enggak cuma latihan, tapi juga penuh canda, bahkan kadang air mata,” kenangnya.
Pengalaman tersebut turut mengubah pandangan Diyah terhadap budaya Indonesia. Ia mengaku kini lebih sadar akan betapa luas dan uniknya budaya dari berbagai daerah.
“Setiap daerah punya keindahan dan ciri khas masing-masing. Ini bikin aku makin menghargai keragaman di Indonesia,” ujarnya.
Diyah pun berharap semakin banyak anak muda yang tergerak untuk mengenal dan melestarikan budaya daerah.
“Kenali, jaga, dan lestarikan budaya kita. Karena dengan mengenalnya, kita akan makin bangga jadi orang Indonesia. Ini bagian dari identitas kita,” tutupnya.
Lewat langkah-langkahnya di panggung, Siti membuktikan bahwa kecintaan terhadap budaya tak mengenal batas asal. [Puspita Chandra Kusumadevi]

Tinggalkan Komentar Anda