Bandar Lampung

Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Aktivitas Perpustakaan Lampung Tetap Berjalan

Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Aktivitas Perpustakaan Lampung Tetap Berjalan

Febri. | Helen

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah Lampung.

Dampaknya turut dirasakan di lingkungan Perpustakaan Lampung.

Meski kondisi udara terdampak abu vulkanik. Aktivitas pelayanan dan kegiatan di perpustakaan tetap berjalan seperti biasa.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan sejak Jumat (4/9/2026).

Erupsi abu vulkanik mulai terdeteksi di sejumlah wilayah Lampung pada Sabtu (5/9/2026). Sejumlah masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dari bencana ini.

Febri Ariansyah, petugas keamanan Perpustakaan Lampung, mengatakan kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas di lingkungan perpustakaan, Kamis (10/9). Febri telah bekerja selama 1,5 tahun.

Selama masa erupsi dan sebaran abu vulkanik, Perpustakaan Lampung tidak pernah menutup pelayanan kepada masyarakat.

“Selama ada abu vulkanik, aktivitas perpustakaan tetap berjalan seperti biasa,” ujar Febri.

Menurutnya, jumlah pengunjung memang mengalami sedikit penurunan sejak abu vulkanik.

Kondisi tersebut dinilai wajar karena masyarakat cenderung mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menjaga kesehatan.

“Pengunjung ada sedikit berkurang. Karena masyarakat lebih memilih mengurangi aktivitas di luar,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Febri mengaku tetap menjalankan tugas menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Ia juga menerapkan sejumlah langkah untuk menjaga kondisi tubuh selama bekerja. Salah satunya dengan memperbanyak minum air putih dan menggunakan masker ketika berada di luar ruangan.

“Kalau menjaga diri, kami lebih banyak minum dan kalau keluar ruangan memakai masker,” ujarnya.

Ia mengatakan penggunaan masker menjadi salah satu perlindungan penting bagi petugas yang harus tetap bekerja.

Febri berharap kondisi abu vulkanik segera mereda. Sehingga aktivitas masyarakat khususnya para pengunjung Perpustakaan Lampung dapat kembali normal. [Helen Meldiana]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda