Bandar Lampung

Club des Arts Pendidikan Bahasa Prancis Meriahkan Unila Art Festival 2026

Club des Arts Pendidikan Bahasa Prancis Meriahkan Unila Art Festival 2026

Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis (PS PBP) FKIP Universitas Lampung (Unila) turut memeriahkan rangkaian Dies Natalis ke-61 Unila melalui kegiatan Unila Art Festival dan Bazar Kuliner di Parkir Terpadu Unila, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung pada 17–19 September 2026 sebagai bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-61 Unila.

Dalam kegiatan ini, PS PBP FKIP Unila menghadirkan kelompok seni bernama Tim Seni PS PBP “Club des Arts”.

Club des Arts menampilkan sejumlah pertunjukan yang memadukan seni Prancis dengan berbagai unsur musik dan budaya Indonesia.

Penampilan tersebut terdiri dari lagu Prancis Le Festin dengan iringan gitar, musik tradisional Gamolan Sakti yang dipadukan dengan lagu Les Champs-Élysées, serta musik Laskar Pelangi dengan konsep perpaduan Indonesia-Prancis.

Selain musik, Club des Arts juga menampilkan pembacaan puisi dan lagu keroncong Kr. Sepercik Nyala Api.

Beragam penampilan tersebut menjadi bentuk partisipasi PS PBP dalam memeriahkan Dies Natalis ke-61 Unila sekaligus memperkenalkan seni yang dikembangkan mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis.

Salah satu anggota Club des Arts, Buby Adian Ibrahim, mengatakan persiapan penampilan telah dilakukan selama sekitar satu bulan lebih.

Waktu tersebut digunakan untuk mempersiapkan berbagai materi yang akan ditampilkan.

“Persiapannya sudah sekitar satu bulan lebih,” ujar Buby Kepada wartalampung.id.

Menurut Buby, perpaduan seni Prancis dengan musik tradisional Indonesia dipilih sebagai upaya untuk memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya budaya Lampung, kepada masyarakat yang lebih luas hingga ke Prancis.

“Kami ingin menginternasionalkan budaya-budaya Indonesia, terutama budaya Lampung hingga ke Prancis,” katanya.

Dalam proses latihan, Club des Arts menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan waktu karena sebagian besar anggota masih dalam tahap belajar dan berlatih musik.

“Terkendala waktu karena masih kebanyakan dari kami masih baru belajar berlatih musik,” ungkap Buby.

Meski menghadapi kendala selama persiapan, Buby mengaku senang dapat tampil dalam perayaan Dies Natalis ke-61 Unila. Ia juga merasa bangga karena penampilan Club des Arts disaksikan langsung oleh Rektor Unila.

“Tentunya kami sangat senang dapat menampilkan penampilan kami di Dies Natalis Unila ke-61 ini, dan kami sangat bangga dikarenakan ditonton langsung oleh rektor,” ujarnya.

Buby berharap keikutsertaan Club des Arts dalam Unila Art Festival dapat memperkenalkan sisi lain dari PS PBP kepada masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis tidak hanya mempelajari bahasa, tetapi juga dapat mengembangkan bakat di bidang seni.

“Dengan debut pertama kami, kami harap orang-orang tahu bahwa Prodi Bahasa Prancis berseni juga, tidak hanya belajar tentang bahasa saja, dengan menyalurkan bakat kami serta membanggakan nama prodi kami sendiri,” tutur Buby.

Keikutsertaan Club des Arts dalam Unila Art Festival menjadi debut bagi kelompok seni tersebut.

Melalui penampilan yang menggabungkan unsur Prancis dan Indonesia, mereka turut membawa identitas PS PBP dalam rangkaian Dies Natalis ke-61 Unila. [Ridho Ardi Anda]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda