Bandar Lampung

Buka Smanda Olympic 2025, Thomas Amirico Sebut 3 Strategi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Lampung

Buka Smanda Olympic 2025, Thomas Amirico Sebut 3 Strategi Tingkatkan Kualitas Pendidikan Lampung

Thomas Amirico. | Anggi Dwi Raharti

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico menginformasikan poin penting terkait arah pembangunan pendidikan di Lampung.

Itu ia katakan saat sambutan pada pembukaan Smanda Olympic 2025 di Gedung Serbaguna (GSG) SMA Negeri 2 Bandar Lampung, Jumat, 19/9/2025.

Thomas bilang, Dinas Pendidkan akan melakukan tiga hal untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pertama, transformasi pembelajaran secara total, kedua transformasi kurikulum, dan ketiga peningkatan kompetensi guru, serta melakukan uji kompetensi guru yang dimulai dari Kota Bandar Lampung.

Ia menyoroti bahwa siswa dengan potensi kecerdasan dan bakat istimewa perlu mendapatkan perlakuan khusus. Tidak semua siswa harus dipaksa menempuh mata pelajaran penuh, melainkan cukup difokuskan pada lima mata pelajaran inti atau mata pelajaran yang mendukung pengembangan karakter dan minat bakat mereka, dan mendapat ruang khusus untuk berkembang.

Thomas juga mengungkapkan hasil sejumlah evaluasi pendidikan. Dari hasil tes kompetensi akademik (TKA) level 1, Bandar Lampung meraih 19,26%, Metro dan Lampung Timur 14%, sedangkan Lampung Selatan 10,2%.

Sementara itu, tingkat kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Lampung baru mencapai 6,5%, dengan dominasi siswa berasal dari Bandar Lampung sebesar 44%.

Di SMAN 2 Bandar Lampung, tercatat lebih dari 66% atau 207 siswa berdasarkan wawancara dan peminatan, rata-rata menambah jam belajar di lembaga kursus atau bimbingan belajar (bimbel).

Hanya 107 siswa kelas XII tidak ikut bimbel tapi ingin kuliah. Sebanyak 107 siswa inilah, katas Thomas, wajib mendapatkan perlakuan khusus dari sekolah.

Thomas menjelaskan, ada 17 instrumen guru mata pelajaran termasuk tes Bahasa Indonesia (UKBI) dan tes Bahasa Inggris.

Selain itu, telah dilakukan training of trainers (TOT) untuk guru Bimbingan Konseling, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

”Guru yang belum mencapai kategori madya diberi waktu enam bulan untuk meningkatkan kompetensi. Jika tidak, akan dikeluarkan dari sekolah.”

Dia juga mengaskan bahwa sekolah yang unggul harus mampu memiliki dua aspek, pertama murid yang unggul dan guru unggul.

Karena itu, pihaknya perlu melakukan cangkokan guru profesional di kelas khusus yang dimiliki sekolah.

Selama sepuluh tahun terakhir, tidak ada treatment signifikan bagi guru, bahkan rekrutmen pun tidak pernah dilakukan secara terbuka.

”Ini yang harus dibenahi,” ujar Thomas.

Ia juga menyoroti pentingnya filosofi pendidikan dan sertifikasi guru untuk meningkatkan kualitas.

Masalah besar yang dihadapi Lampung adalah masih tingginya angka ketidaklulusan sekitar 30% siswa.

Sementara itu, tingkat kelulusan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diterima di perguruan tinggi baru 6,5% dan 40% dari persentase lulus UTBK tersebut fokusnya hanya di Bandar lampung karna bimbel.

Thomas berharap seluruh pihak, baik sekolah, dan guru bisa bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan Lampung sehingga mampu mencetak generasi unggul yang berdaya saing tinggi. [Anggi Dwi Raharti]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda