Budiyono. | Helen
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Bakal calon rektor Universitas Lampung (Unila) nomor urut 2, Budiyono, menegaskan bahwa upaya internasionalisasi perguruan tinggi harus melibatkan seluruh fakultas, bukan hanya fakultas atau program studi tertentu.
Pemerataan dukungan anggaran dan penguatan peran fakultas, dinilai menjadi kunci untuk mempercepat transformasi Unila menuju perguruan tinggi berdaya saing global.
Gagasan tersebut disampaikan Budiyono dalam rangkaian sosialisasi bakal calon rektor Unila periode 2027–2031 dan penyampaian visi, misi, serta program kerja di lingkungan kampus.
Menurut Budiyono, setiap fakultas memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap pencapaian internasionalisasi universitas. Karena itu, diperlukan komitmen pimpinan untuk memastikan seluruh fakultas memperoleh kesempatan yang proporsional.
“Semua fakultas memiliki harapan yang besar untuk berkembang. Semua fakultas juga bisa menuju internasionalisasi. Ini membutuhkan komitmen,” ujar Budiyono
Ia menilai, keberhasilan universitas sangat bergantung pada kekuatan fakultas sebagai unit dalam aktivitas pendidikan tinggi. Apabila fakultas berkembang dengan baik, universitas akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk meningkatkan kualitas dan daya saingnya.
Atas dasar itu, Budiyono menekankan pentingnya distribusi anggaran yang proporsional untuk mendukung pengembangan fakultas.
Menurutnya, kebutuhan dan tantangan yang dihadapi setiap fakultas perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan alokasi sumber daya.
Budiyono juga menyoroti perkembangan program kelas internasional yang mulai diterapkan di sejumlah fakultas. Ia menilai, perkembangan tersebut dapat menjadi pemicu bagi fakultas lain untuk melakukan pembenahan.
Selain pemerataan anggaran, ia menekankan pentingnya kepemimpinan universitas dalam mengoordinasikan seluruh fakultas. Pimpinan, menurutnya, perlu memastikan setiap unit bergerak dalam arah pengembangan yang sama, tanpa mengabaikan kebutuhan dan potensi masing-masing.
Penguatan peran fakultas dapat memperluas kesempatan sivitas akademika untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring internasional, serta menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.
Melalui pendekatan tersebut, Budiyono mendorong internasionalisasi Unila agar tidak hanya menjadi target institusi, tetapi juga menjadi agenda bersama yang diwujudkan melalui pengembangan nyata di seluruh fakultas. [Helen Meldiana]

Tinggalkan Komentar Anda