Berita Foto Opini

Bahasa Prancis dan Kuliner, Wajib Dicoba

Bahasa Prancis dan Kuliner, Wajib Dicoba

Setia Rini

Setia Rini

Oleh Setia Rini, Dosen Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung

Selain sebagai kiblat mode dunia, Prancis juga sangat terkenal akan kuliner atau la gastronomie yang lezat dan sangat menarik baik dari bahan baku maupun cara penyajiannya. Oleh karena itu, tidak heran jika pada tanggal 16 November 2010, masakan Prancis mendapatkan penghargaan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Prancis begitu kaya dan selalu menjadi trend center banyak hal terkait dengan budaya dan sejarah maupun sastranya. Berbicara mengenai masakan dan kuliner Prancis, merupakan hal yang menurut saya wajib untuk diketahui dan dipahami oleh siapapun yang mempelajari bahasa Prancis karena kuliner juga merupakan bagian dari budaya.

Oleh karena itu, memahami dan mempelajari masakan-masakan Prancis pun berarti kita juga memahami Prancis itu sendiri, termasuk juga bahasanya.

Hal yang sangat menarik memperdalam bahasa Prancis melalui pendekatan budaya salah satunya melalui kuliner. Hal ini dikarenakan, belajar bahasa Prancis maupun bahasa lainnya sejatinya bukanlah hanya mengulik tata bahasa yang mungkin saja bagi banyak orang sangat membosankan.

Padahal, melalui beragam budaya yang dimiliki oleh negara di mana bahasanya sedang kita pelajari adalah hal yang sangat menarik bahkan justru akan memudahkan kita untuk menguasai bahasa tersebut.

Apalagi, Prancis yang notabenennya memang salah satu negara yang menjadi kiblat kuliner dunia tentu saja sangat kaya dengan leksikal di bidang kuliner. Artinya, ketika kita mempelajari banyak hal terkait kuliner Prancis, maka akan ada banyak kosakata baru termasuk juga tata bahasa yang akan kita peroleh.

Dan pada akhirnya, seiring semakin luasnya wawasan kita terkait budaya kuliner Prancis, maka semakin meningkat pula kemampuan berbahasa Prancis kita khususnya pada bidang tersebut. Terlebih lagi, memang banyak sekali istilah di bidang kuliner Prancis yang digunakan secara umum di dalam maupun di luar negeri.

Masakan dan berbagai kuliner Prancis terkenal dengan cita rasa lezat, detail penyajian yang berkelas, bahan-bahan yang variatif dan berkualitas tinggi serta cara dan teknik memasak yang luar biasa. Bagi orang Prancis, makanan bukanlah hanya sekedar pengisi perut namun sebuah mahakarya tinggi yang bernilai seni.

Perkembangan kuliner di Prancis pun tentunya memiliki sejarah yang sangat panjang sampai akhirnya Prancis menjadi pusat kuliner dunia. Dilansir dari https://www.kompasiana.com/bondanpambudi/5509c2b28133113d62b1e312/why-french-a-study-why-french-is-the-center-culinary dijelaskan bahwa sejarah kuliner Prancis dipengaruhi oleh bangsa Romawi dan Italia. Di mana pada tahun 50-an, Prancis yang saat itu dikenal dengan nama Galia takluk oleh bangsa Romawi. Romawi menguasai bangsa Galia termasuk dalam hal makanan.

Selain itu, pada tahun 1500-an seorang Puteri penguasa Florence Italia yang bernama Catherine Medici menikahi Raja Henri II dan memberikan pengaruh yang sangat kuat terhadap teknik memasak di Prancis karena pada saat itu, Medici juga memboyong para juru masak handalnya dari Italia ke Prancis. Sampai akhirnya pada abad ke-17 Fraçoise-Pierre de la Varene,  seorang koki ternama Prancis, menulis buku berjudul Le cuisinier Françoise yang diterbitkan tahun 1651.

Buku tersebut berisi resep masakan yang ditulis secara alfabetis dan sangat detail dengan memperkenalkan teknik-teknik baru di mana terbitnya buku resep masakan tersbeut menjadi gebrakan yang luar biasa bagi peradaban kuliner di Prancis hingga saat ini.

Oleh karena itu tidak heran jika Prancis memiliki sekolah kuliner terkemuka di dunia yaitu Le Cordon Bleu yang dapat diakses melalui https://www.cordonbleu.edu/programmes/fr. Sekolah tersebut memiliki cabang di berbagai negara di dunia di antaranya 9 negara Asia (Filipina, Thailand, Taiwan, Malaysia, Korea, Jepang, India, Libanon, dan Cina), 6 negara di wilayah Oseanie seperti Australia dan New Zeland, 6 negara di Amerika (Amerika Serikat, Peru, Meksiko, Kanada, Brazil), dan 5 negara di Eropa (Paris, Spanyol, Turki, Inggris).

Selain mempelajari bidang masakan, Le Cordon Bleu juga terkenal dengan pastry, gastronomi, minuman (anggur), dan juga manajemen seperti pengolahan, penyajian dan berbagai ilmu kuliner lainnya.

Luar biasa sekali bukan ? Prancis memiliki banyak sekali budaya seperti halnya Indonesia, yang mana budaya-budaya tersebut bisa menjadi metode belajar bahasa Prancis yang sangat menyenangkan. Kita bisa mencoba resep-resep masakan Prancis atau pastry Prancis yang sederhana. Belajar memasakan sekaligus belajar bahasa Prancisnya juga.

Mulai kenali bahan-bahan masakan di sekitar kita seperti : les legumes [lé légum] sayuran, les fruits [lé frui] buah-buahan, l’assaisonnement [lésézonemong] bumbu, le chou [le syu] kol, l’aubergine [lobérzin] terong, la pastèque [la pasték] semangka, le melon [le melong] melon, dan lain sebagainya.

Selalu ada cara menarik untuk belajar bahasa. Bukan bahasanya yang sulit, tapi kita belum menemukan cara belajar yang pas. Temukan versi dan cara belajar bahasa Prancis yang menyenangkan salah satunya dengan memasak.

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda