Apriza dan Wiranda (penulis). | Dokumentasi
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Perjalanan membangun bisnis tidak pernah lepas dari berbagai tantangan. Hal ini dibuktikan oleh Apriza Mahendra, pemuda berusia 26 tahun yang tinggal di Jalan Putri Balau, Kelurahan Kedamaian, Kota Bandar Lampung.
Bermodalkan tekad kuat dan dana sebesar Rp50 juta, Apriza sukses membangun sebuah usaha digital bernama Buyung Cell, yang kini berkembang sebagai salah satu penyedia layanan dan produk digital di kawasan Bandar Lampung.
Dengan latar belakang pendidikan yang tidak terlalu tinggi di bidang teknologi, Apriza mengaku banyak belajar secara otodidak dan dari pengalaman lapangan.
Awalnya, usaha ini ia rintis sendiri dari rumah, sebelum akhirnya mampu menyewa tempat usaha yang lebih layak dan strategis. Kini, dari usahanya tersebut, ia bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp10 juta per bulan.
Meski begitu, Apriza menegaskan bahwa jalan yang ia tempuh tidaklah mudah.
Salah satu kendala terbesar yang masih ia hadapi hingga saat ini adalah masalah teknis, terutama jaringan internet yang tidak stabil dan sering mengalami gangguan.
“Kalau jaringan lagi error, semua layanan digital jadi ke-pending. Kadang pelanggan harus nunggu lama, dan itu bikin reputasi kita jelek. Tapi ya mau gimana, kita masih bergantung sama koneksi dari provider,” ujar Apriza.
Selain masalah jaringan, ia juga menyebutkan beberapa tantangan lain seperti keterbatasan SDM, stok barang yang tidak selalu tersedia, serta urusan operasional yang menyita tenaga dan pikiran.
Meskipun omzet bulanan usaha terbilang tinggi, Apriza hanya mengambil gaji Rp1,5 juta per bulan.
“Saya lebih utamakan perputaran usaha dulu. Gaji saya kecil, tapi saya bisa pastiin usaha ini jalan terus. Kalau mikirin untung pribadi duluan, ya gak bakal maju-maju,” tambahnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, Apriza tetap optimistis. Ia perlahan-lahan membangun kepercayaan pelanggan melalui pelayanan yang konsisten dan komunikasi yang baik.
Ia juga berencana memperluas usahanya ke bidang lain, seperti penjualan perangkat keras dan layanan servis.
Saat ditanya soal pesan untuk anak muda yang ingin memulai usaha, Apriza menekankan pentingnya keberanian untuk mengambil langkah pertama.
“Gak usah tunggu semuanya siap. Mulai aja dulu dari apa yang kita bisa. Modal itu penting, tapi niat sama konsistensi jauh lebih penting. Jangan takut gagal, karena dari gagal itu kita belajar,” pungkasnya.
Kini, Buyung Cell menyediakan berbagai layanan digital seperti pulsa, kuota, token listrik, hingga pembayaran tagihan.
Dengan semangat pantang menyerah dan kerja keras, Apriza Mahendra membuktikan bahwa anak muda pun bisa menjadi pelaku usaha yang tangguh meskipun harus berjuang dari nol. [Siska Wiranda]

Tinggalkan Komentar Anda