Berita Foto Bandar Lampung

Apresiasi Francetival 2024, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Setia Rini: Positif Inspiratif

Apresiasi Francetival 2024, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila Setia Rini: Positif Inspiratif

Setia Rini. | Sendy Fi Ilan Syah

Setia Rini. | Sendy Fi Ilan Syah

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Universitas Lampung, Setia Rini, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim panitia dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis yang telah menyelenggarakan kegiatan Francetival 2024.

Dalam wawancara, Setia Rini menyatakan bahwa penyelenggaraan acara ini sangat baik dan berhasil memberikan dampak positif, meskipun terdapat beberapa kendala teknis selama pelaksanaannya.

Ia mengatakan, walaupun ada beberapa kesalahan teknis, hal itu bisa menjadi pembelajaran bagi kegiatan ke depannya.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi agar segala bentuk kendala, baik teknis maupun nonteknis, dapat diperbaiki untuk acara-acara berikutnya.

“Kesalahan-kesalahan kecil itu justru jadi pelajaran berharga agar adik-adik selanjutnya bisa mempersiapkan geladi bersih yang lebih matang,” kata dia.

Setia Rini juga membahas webinar yang diadakan sebagai bagian dari Francetival 2024.

“Meskipun persiapan waktu terbatas hanya sekitar satu bulan, kegiatan ini menginspiratif,” katanya.

Dia juga memberikan saran untuk generasi penerus kepanitiaan di masa mendatang agar memulai persiapan lebih awal.

“Saya harap adik-adik yang akan menjadi panitia selanjutnya bisa memulai persiapan dari sekarang, mumpung masih hangat. Ini agar kelemahan-kelemahan yang ada bisa diperbaiki, termasuk dalam hal sponsor dan lomba yang lebih relevan bagi peserta dari SMA.”

Setia Rini menekankan pentingnya penguasaan bahasa Prancis bagi alumni. Ia berharap lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis tidak sekadar menyelesaikan mata kuliah dan meraih IPK tinggi, tetapi juga memiliki kemampuan berbahasa Prancis yang mumpuni.

“Minimal lulusan harus memiliki sertifikasi DELF B1 agar siap bersaing di dunia kerja,” tegasnya.

Ia juga memberikan pesan semangat bagi mahasiswa aktif untuk lebih giat belajar dan mempraktikkan keterampilan berbahasa Prancis.

Meskipun kondisi di Lampung tidak banyak terdapat penutur asli Prancis, Setia Rini mendorong mahasiswa untuk tetap kreatif mencari cara berlatih.

“Bahasa itu tidak bisa dipaksakan, tapi jika kita menyukainya, kita bisa mencari cara untuk terus berlatih,” ujarnya.

Selain kemampuan bahasa, Setia Rini juga menekankan pentingnya membangun relasi. Relasi itu, kata dia, penting, baik di internal prodi, alumni, maupun di luar Unila, bahkan internasional.

“Karena bahasa Prancis dipelajari di banyak negara, relasi yang luas akan menjadi keuntungan besar.” [Sendy Fi Ilan Syah]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda