Mancanegara

Apa Kata Warga Prancis tentang Musim Semi

Apa Kata Warga Prancis tentang Musim Semi

Endang Ikhtiarti. | Dokumentasi

Prancis mempunyai empat musim yaitu musim dingin (hiver), musim semi (printemps), musim gugur (automne), dan musim panas (ete). Di Prancis pada musim semi, biasanya pada bulan Maret sampai Mei, cuacanya sangat bagus.

Udara sejuk, temperatur sedang dan matahari yang bersinar terang meskipun terkadang diselingi hujan. Musim ini sangat dinanti nanti oleh masyarakat Prancis sama halnya musim panas.

Berikut pendapat dari berbagai masyrakat Prancis mengenai musim semi tahun 2025 ini yang sangat berarti, yang sudah mereka tunggu dan mereka nanti nanti.

Hal ini perlu kita ketahui untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita masyarakat Indonesia yang hidup di daerah tropis yang dilewati garis khatulistiwa dengan mataharinya sepanjang hari selama musim panas dan sering hujan pada musim hujan.

1. Olivier (43 tahun, insinyur dari Paris)

Menurutnya, cuaca pada musim semi sangat sejuk, tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Saatnya untuk duduk santai di teras untuk pertama kalinya pada musim semi tahun ini.

Biasanya masyarakat sering sarapan dan minum kopi di teras sambil menikmati keindahan alam di sekeliling lingkungannya. Orang-orang sangat senang melihat lingkungan sekitar yang tampak hijau.

Bahkan di Paris pun juga begitu. Semuanya tampak menjadi hidup, serasa hidup kembali terutama pohon pohon dan tumbuhan mulai tumbuh dan bersemi, banyak masyarakat menyukai musim ini.

2. Julien (27 tahun, juru masak, dari Monllucon, Allier)

Pada musim ini biasanya di awal dia mengalami alergi. Terutama akan memasuki musim semi tersebut selama beberapa minggu ke depan matanya memerah, bersin- bersin, batuk, yang disebabkan oleh serbuk sari dari tumbuhan.

Beberapa hari tampak tidak menguntungkan bagi kesehatannya. Dan untuk menguranginya, dia mulai menghindari aktivitas di luar rumah. Walaupun dia suka olahraga lari, pada musim semi dia lebih suka pergi ke gymnasium untuk berolahraga.

Pada umumnya semua kembali normal dalam beberapa minggu. Tapi hal itu dia rasakannya bahwa waktu sangat terasa terlalu lama baginya sampai kembali ke normal.

3. Lauriet (32 tahun, ahli sivotherapi dari Kota Evian, Haute- Savoie)

Menurutnya, musim semi sangat sempurna untuk melakukan banyak aktivitas. Dia banyak menemani orang ke hutan agar mereka bisa berinteraksi dengan alam.

Dia jalan kaki tanpa alas kaki, memeluk pohon untuk merasakan energi kehidupan. Hal itu menjadikan pengalaman pengalaman yang bagus dan kuat, dan dia sangat berterima kasih atas datangnya musim semi tersebut.

4. Marine (32 tahun, dokter gigi dari Kota Turcoing Utara)

Marine suka matahari dan kehangatannya, tapi hal itu normal baginya karena dia berasal dari Kota Marseille. Dia datang ke Turcoing untuk hidup dengan suaminya.

Dia merasa bahwa waktu di Turcoing merupakan problem baginya. Sering hujan di musim gugur dan musim dingin, hal itu membuatnya merasa depresi.

Tapi orang orang di Turcoing sangat baik hati, walaupun tidak semuanya. Ketika musim semi datang, hal itu seperti kelahiran kembali buat dia.

5. Camil (28 tahun, sekretaris di Balai Kota Quimpere, Finistere)

Musim dingin adalah masa di mana Camil tidak merasa sehat. Dia terlalu banyak makan di awal musim dingin walaupun sedikit demi sedikit tetapi sering.

Camil sering menyadari bahwa dia terlalu banyak makan selama bulan-bulan pada saat musim dingin sehingga berat badannya naik beberapa kilogram sehingga dia tidak begitu nyaman dengan tubuhnya.

Tapi dengan berhati-hati selama beberapa minggu dan sedikit olahraga, dia merasa baik lagi ketika musim semi tiba

6. Sofiane (21 tahun, mahasiswa di Norbonne, Aude)

Dia suka musim semi dan sangat bersemangat. Musim semi ini adalah masa yang bagus untuk bermain bola atau lari selama beberapa kilometer.

Tidak terlalu panas atau terlalu dingin, karena hari semakin panjang, rasanya semua orang punya lebih banyak waktu. Dan pada musim semi dia sering melakukan kumpul-kumpul di teras bersama teman-teman untuk minum dan makan kue supaya lebih rileks. [Endang Ikhtiarti]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda