Berita Foto Politik

Anggota DPD RI Abdul Hakim Sosialisasi 4 Pilar MPR di Daarul Hikmah

Anggota DPD RI Abdul Hakim Sosialisasi 4 Pilar MPR di Daarul Hikmah

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI oleh senator Lampung Abdul Hakim (duduk paling kiri). | Dokumentasi

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI oleh senator Lampung Abdul Hakim (duduk paling kiri). | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Anggota MPR/DPD RI KH Ir Abdul Hakim MM melaksanakan kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR di Aula Yayasan Daarul Hikmah, Rajabasa, Bandar Lampung, Ahad, 10/3/2024.

Dalam kesempatan itu, Abdul Hakim mengajak warga menjaga Pancasila sebagai salah satu elemen penting dalam 4 Pilar MPR ini. Sebab, Pancasila adalah bagian penting dalam pilar MPR RI.

Hakim mengatakan, kepedulian warga sangat penting dalam menjaga Pancasila. Ia mencontohkan beberapa waktu lalu ada usulan agar ada perasan Pancasila menjadi ekasila yang berwujud frasa gotong royong.

Hakim menuturkan, karena banyak keberatan dari masyarakat sipil, hal itu tidak terwujud. Sampai sekarang kita hanya mengenal Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara.

Hakim juga ingin momentum pemilu 2024 yang baru berlalu itu dimanfaatkan rakyat untuk mencari wakil mereka di parlemen yang bisa dipercaya.

Salah satunya menjaga Pancasila tetap sebagai ideologi dan falsafah bangsa tanpa memerasnya menjadi ekasila.

Hakim berpendapat, kepedulian masyarakat sangat menentukan nasib bangsa ini di masa depan.

Ia mengatakan, masyarakat yang tak peduli dengan Pancasila bisa menyebabkan adanya pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila.

Selain itu Hakim juga menyebutkan agar 4 pilar MPR ini juga dikawal dengan baik. Empat pilar itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ia juga menekankan pentingnya persatuan nasional dan integritas bangsa sebagai wujud keberhasilan serta sehatnya demokrasi di Indonesia.

Hakim mengatakan, menjaga kedamaian dan persatuan dalam merayakan keberagaman bangsa itu sangat penting.

Mantan anggota DPR RI tiga periode itu menekankan perlunya membangun kesadaran kolektif bahwa perbedaan pandangan politik tidak boleh merusak hubungan antar sesama warga negara.

Kata Hakim, persatuan nasional dan integritas bangsa harus menjadi prinsip utama yang membimbing setiap langkah dalam proses demokrasi.

“Kita perlu menjunjung tinggi semangat gotong royong dan menghormati perbedaan pendapat demi menciptakan ma­sya­rakat yang adil, demokratis, dan berkeadilan,” kata pria kelahiran Pandeglang, Banten, itu. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda