Nusantara

Amanda Bangkitkan Semangat Musik Tradisional Lampung di Mata Kuliah Seni Pertunjukan Bahasa Prancis FKIP Unila

Amanda Bangkitkan Semangat Musik Tradisional Lampung di Mata Kuliah Seni Pertunjukan Bahasa Prancis FKIP Unila

Amanda (kiri) dan Sabiluna Khoirunnisa. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Amanda, mahasiswi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila, yang tergabung dalam komunitas Pelangi Anak Indonesia, berhasil mencuri perhatian dalam pentas seni  di kampus Jalan Panglima Polim lewat aransemen musik tradisional berjudul ”Hanggum”, 21 Juni 2025.

Tak hanya tampil memukau, Amanda juga berperan sebagai penggagas sekaligus pengaransemen karya tersebut bersama pelatih musiknya, Rikky Ramlie.

Amanda mengaku, kecintaannya terhadap musik tradisional mendorongnya untuk menggarap aransemen sendiri.

“Ngerjain musik itu rasanya kayak healing. Aku emang suka banget sama musik tradisional, jadi bener-bener menikmati prosesnya,” ujarnya.

Lagu ”Hanggum” dipilih bukan tanpa alasan. Amanda berharap karya ini bisa membuat anak muda semakin mencintai budaya lokal, khususnya musik tradisional Lampung.

“Aku pengin mereka ngerasa kalau musik daerah itu keren dan enggak kalah menarik dari genre lain,” tambahnya.

Proses aransemen dimulai dari bimbingan intensif bersama komunitas musik Pelangi Anak Indonesia, sebelum akhirnya Amanda membagikan materi kepada rekan-rekan satu tim.

Inspirasi utama datang dari pengalaman mendengarkan musik etnik Lampung, ditambah ide-ide spontan yang muncul saat latihan bersama.

Tantangan terberat, menurut Amanda, terletak pada menyesuaikan aransemen dengan kemampuan tim.

“Kadang aku udah bayangin aransemen kompleks, tapi ternyata masih berat buat mereka. Jadi aku belajar nyederhanain tanpa ngilangin rasa dan makna musiknya,” katanya.

Dukungan sang pelatih turut menjadi penyemangat besar, terutama lewat pesan sederhana.

“Harus sabar dan terus mau belajar.”

Pesan itu menjadi penguat Amanda di tengah proses yang melelahkan.

Meski sempat dilanda gugup menjelang penampilan, terutama karena tampil di hadapan audiens, Amanda merasa lega dan bangga setelah pertunjukan berlangsung sukses.

Ia menilai hasil kerja keras tim telah terbayar, dengan penonton yang tampak terhubung dengan nuansa musik tradisional yang dihadirkan.

“Walaupun prosesnya panjang dan nggak selalu mulus, aku yakin ini bakal jadi pengalaman berharga yang nggak bakal dilupain,” pungkasnya. [Sabiluna Khoirunnisa]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda