Berita Foto Bandar Lampung

Aliansi Masyarakat Peduli Bandar Lampung Tolak Pembangunan Tugu Pagoda

Aliansi Masyarakat Peduli Bandar Lampung Tolak Pembangunan Tugu Pagoda

Audiensi penolakan Tugu Pagoda. | Dokumentasi

Audiensi penolakan Tugu Pagoda. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Aliansi Masyarakat Peduli Bandar Lampung (AMPBL) melakukan audiensi ke DPRD Kota Bandar Lampung, Jumat, 4/10/2024.

Mereka menolak rencana pembangunan Tugu Pagoda. Audiensi ini dihadiri lebih dari 20 orang dari beberapa perwakilan.

Ansori, Ketua AMPBL yang juga mewakili Dewan Dakwah Lampung, menyampaikan, penolakan adalah dalam rangka menjaga kerukunan di Bandar Lampung.

Ia mengatakan, pihkanya mendukung pembangunan Kota Bandar Lampung yang berkemajuan, namun harus memperhatikan urgensi dan kearifan lokal.

Destra Yudha, mewakili Ormas Laskar Lampung, menyampaikan antara lain:

1. Pembangunan kota harus mencerminkan kebutuhan masyarakat kota, harmoni, keamanan, kenyamanan dan kelestarian lingkungan hidup selain juga untuk kemajuan ekonomi.

2. Pembangunan tugu, monumen, Prasasti haruslah mencerminkan kearifan lokal yang mengandung nilai-nilai Budaya, agama, sejarah selain juga sebagai lambang keberhasilan pembangunan.

3. Ditelisik dari segi adat budaya, adanya pembangunan Tugu Pagoda sangat tidak tepat karena tidak mencerminkan adat budaya yang ada di Lampung terkhusus Bandar Lampung.

4. Selain dari adat budaya jika dintinjau dari sejarah, Tugu Pagoda tidak mencerminkan adanya keterkaitan sejarah dalam masa perjuangan yang ada di Kota Bandar Lampung.

5. Ketika dilihat dari sudut pandang agama, Tugu Pagoda sudah melambangkan salah satu agama yang diakui di Indonesia yaitu Budha, sedangkan masyarakat Bandar Lampung lebih dari 90% beragama Islam.

6. Area tempat tugu dibangun adalah milik publik yang semestinya memperhatikan penerimaan semua masyarakat. Sepatutnya berbagai lintas tokoh dilibatkan untuk musyawarah.

7. Selain itu dengan adanya rencana pembangunan kawasan China Town yang anggarannya diperkirakan bisa mencapai Rp25 miliar di mana dalam hal ini sudah masuk dalam RAPBD 2023 sebesar Rp4 miliar untuk Tugu Pagoda dan gapura adalah salah satu bentuk rencana pembangunan yang tidak melihat aspek kearifan lokal

8. Banyak hal urgen dalam pembangunan Kota Bandar Lampung, seperti titik banjir yang makin bertambah, makin meningkat dan makin parah. Lalu peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, gaji guru honorer dan lain sebagainya. Itu semua lebih urgen daripada membangun tugu yang tidak mencerminkan adat budaya, sejarah lampung dan bahkan agama dengan nilai anggaran besar.

9. Berdasarkan poin di atas, kami menuntut agar pembangunan Tugu Pagoda dibatalkan.

Audiensi dipimpin Ketua Sementara DPRD setempat Bernas Yuniarta, dihadiri Wakil Ketua Sidik Efendi, beberapa anggota antara lain Wiyadi dan Agus Widodo. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda