Aliansi Mahasiswa Lampung Peduli. | Delima Kurnia
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Aliansi Mahasiswa Lampung Peduli yang terdiri dari berbagai organisasi dan komunitas mahasiswa di Bandar Lampung menggelar aksi penggalangan dana serentak, Senin, 1/12/2025.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh dan sekitarnya.
Para mahasiswa turun langsung ke jalan dan terbagi dalam empat titik aksi, yaitu Lampu Merah Way Halim, Bypass, Hajimena, dan Tugu Adipura. Penggalangan dana ini akan berlangsung selama dua hari, pada 1 dan 2 Desember 2025.
Melza Helpyliana, perwakilan dari DPM U sekaligus penanggung jawab aksi titik lampu merah di Tugu Adipura, mengatakan, hasil donasi ini nantinya disalurkan melalui BEM SI dan Yakesma yang berkoordinasi langsung di daerah terdampak.
Selain aksi turun ke jalan, penggalangan dana juga dilakukan secara daring melalui barcode yang tersedia untuk memudahkan masyarakat berdonasi.
“Tidak ada target khusus untuk penggalangan dana ini. Kami bertekad mengumpulkan donasi sebanyak mungkin,” ujar Melza.
Aksi tersebut berangkat dari rasa keprihatinan melihat kondisi saudara-saudara di wilayah Sumbar, Sumut, dan Aceh yang terdampak bencana hingga mengalami kekurangan pangan.
Mengetahui ada warga yang tidak makan selama berhari-hari, mahasiswa tergerak untuk segera turun membantu dan mengajak seluruh mahasiswa Lampung ikut peduli.
Melza menegaskan, bantuan yang dikumpulkan hanya berupa uang dan tidak menerima bantuan barang.
Mereka memilih aksi turun ke jalan karena dinilai lebih efektif dan mendapatkan respons langsung dari masyarakat.
“Respons masyarakat di titik Tugu Adipura sangat positif. Banyak yang menyisihkan rezekinya sedikit demi sedikit. Kami juga melihat komunitas lain ikut melakukan penggalangan dana. Rasanya seperti bekerja sama, bukan bersaing,” tambah Melza.
Selain mahasiswa, sejumlah kelompok seperti komunitas ojek daring, komunitas pecinta alam, dan organisasi masyarakat juga terlihat berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Penggalangan dana ini diharapkan menjadi bentuk solidaritas nyata seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat dalam membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan.
Pada akhir wawancara Melza menyampaikan pesan dan harapannya bagi para korban.
“Semoga bencana ini dapat segera diatasi dan masyarakat bisa kembali berkumpul dengan keluarga, serta untuk pemerintah harus lebih tanggap dan peduli dengan korban bencana,” tutupnya. [Delima Kurnia]

Tinggalkan Komentar Anda