Gunung Anak Karakatau. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Kalianda – Aktivitas vulkanik di Gunung Anak Krakatau masih berlanjut sampai tadi malam. Terpantau sejak Selasa (28/11/2023) mengalami empat kali erupsi dengan ketinggian 1.657 meter. Aktivitas gunung pada Rabu (29/11/2023) berdasarkan data Magma Indonesia.
Gunung Anak Krakatau terlihat jelas hingga tertutup kabut, teramati asap kawah utama berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-200 meter dari puncak.
Selain itu, melalui pengamatan kegempaan terhitung 3 kali gempa, di antaranya gempa erupsi dengan amplitudo 18 mm, dan lama gempa 21 detik, gempa hybrid dengan amplitudo 18 mm, dan gempa tremor menerus dengan amplitudo dominan 5 mm.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung, Andi Suwardi, mengatakan hingga kini Gunung Anak Krakatau kondisinya masih tergolong normal.
Namun hingga saat ini masyarakat tetap diimbau untuk tidak mendekati atau beraktivitas sekitar Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 km dari kawah aktif yang bertatus waspada.
“Masyarakat Pulau Sebesi diminta untuk waspada dengan keadaan Anak Krakatau dan membatasi aktivitas mencari ikan di kawasan kawah gunung,” ujar Saleh.
Dia mengungkapkan, aktivitas kapal pengunjung dan domestik yang membawa barang milik masyarakat di Pulau Sebesi dibatasi untuk tidak terlalu sore. Sebab, gelombang ombak yang tinggi akibat dari erupsi gunung dapat membahayakan.
“Kapal dari Pelabuhan Canti juga diiimbau untuk berhati-hati karena kondisi laut dan cuaca yang tidak memungkinkan,” tambah Saleh.
Dari peristiwa ini, dia berharap agar tidak terjadi lagi gempa yang mengakibatkan erupsi sehingga dijauhkan dari peristiwa yang tidak diinginkan
Dari peristiwa ini, dia berharap agar kondisi tetap aman dan dijauhkan dari peristiwa yang tidak diinginkan masyarakat. [Khoirunnisa]

Tinggalkan Komentar Anda