Nusantara

Aksi Nyata Miss Grand Tourism Teen Lampung Tatha Bersih-Bersih Sampah di Baduy Dalam

Aksi Nyata Miss Grand Tourism Teen Lampung Tatha Bersih-Bersih Sampah di Baduy Dalam

Talitha Fawwaz Salsabila

WARTALAMPUNG.ID, LEBAK – Model asal Lampung sekaligus juara Miss Grand Tourism Teen Lampung 2025, Talitha Fawwaz Salsabila, menggelar aksi sosial membersihkan sampah di sepanjang jalur tracking kawasan suku Baduy akhir pekan lalu.

Aksi nyata ini diinisiasi oleh gadis yang akrab disapa Tatha tersebut bersama komunitas Gerak Tanpa Batas (GTB). Langkah ini diambil setelah founder komunitas melihat banyaknya wisatawan jorok yang membuang sampah sembarangan saat berkunjung ke Baduy pada bulan lalu.

Tatha menyampaikan bahwa gerakan ini bermula dari keprihatinan mereka terhadap kebersihan Baduy. Menurutnya, warga Baduy sangat menghormati alam, sehingga sudah sepatutnya para pendatang ikut menjaga kelestarian lingkungan tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa membuang sampah sembarangan mungkin dianggap hal kecil oleh sebagian wisatawan, namun hal itu sangat menyedihkan bagi warga Baduy yang hidup murni dari alam.

Tatha mengibaratkan tindakan tersebut seperti seorang tamu yang tidak tahu sopan santun karena mengotori rumah sang tuan rumah.

Perjalanan aksi sosial ini dimulai pada siang hari pukul 12.30 WIB dan rombongan baru tiba di lokasi tujuan sekitar pukul 19.30 WIB. Sepanjang jalur tracking, para relawan yang terpilih kompak memungut sampah yang berserakan.

Kegiatan tracking ini juga dimanfaatkan sebagai momen keakraban karena para relawan awalnya saling tidak mengenal satu sama lain.

Memasuki malam hari, agenda dilanjutkan dengan malam keakraban di rumah Ayah Darni, warga Baduy Dalam yang menjadi tempat persinggahan rombongan. Dalam kesempatan tersebut, Ayah Darni turut memberikan edukasi dan menjelaskan secara langsung mengenai kebudayaan Suku Baduy kepada para relawan.

Melalui aksi ini, Tatha bersama para relawan GTB mendapatkan banyak pengalaman berharga, mulai dari mengenal orang-orang baru hingga belajar beradaptasi di Baduy Dalam tanpa menyentuh teknologi digital.

Mereka juga memetik pelajaran hidup tentang filosofi kesederhanaan warga Baduy, yang mengajarkan bahwa hidup sederhana bukan berarti tidak punya, melainkan lebih memilih untuk merasa cukup atas apa yang telah Tuhan berikan.

Tatha menyadari bahwa gerakan yang mereka lakukan mungkin belum bisa 100 persen membersihkan jalur Baduy dari sampah, namun setidaknya mereka sudah berusaha membantu memulihkan alam di sana.

Aksi peduli lingkungan yang digagas oleh Tatha dan komunitas GTB ini mendapat respon yang sangat baik dan disambut gembira oleh warga lokal.

Warga Baduy mengungkapkan bahwa ini merupakan pertama kalinya ada rombongan wisatawan yang berkunjung ke Baduy Dalam sambil melakukan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang jalan. []

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda