Berita Foto Ruwajurai Bandar Lampung

Mitra Bentala Melakukan Lokakarya DAS Berkelanjutan Provinsi Lampung

Mitra Bentala Melakukan Lokakarya DAS Berkelanjutan Provinsi Lampung

Lokakarya DAS Mitra Bentala. | Dokumentasi

Lokakarya DAS Mitra Bentala. | Dokumentasi

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Mitra Bentala melakukan lokakarya tentang Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berkelanjutan di hotel Marcopolo. Acara yang dihadiri oleh berbagai elemen seperi dari Bappeda provinsi Lampung, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Kabupaten dan Kota. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung dan perwakilan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten dan Kota, perwakilan SCR Lampung, perwakilan piak swasta, Ketua Forum Das Lampung dan Ketua BPDAS Lampung, Perguruan Tinggi, NGO dan pemerhati Lingkungan dan Media.

Acara diawali oleh sambutan Direktur Mashabi Mitra Bentala menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatar belakangi serta mempunyai tujuan untuk melihat gambaran atau potret DAS Provinsi Lampung. Apa yang mesti dilakukan dan berharap semua elemen peserta yang hadir mempunyai komitmen untuk menjaga DAS yang ada di provinsi Lampung baik.

Diketahui bahwa Provinsi Lampung mempunyai DAS Besar seperti DAS Way Seputih, DAS Way Semaka, DAS Way Tulang Bawang, DAS Way Sekampung dan DAS Way Mesuji.

Mitra Bentala mempunyai kepentingan terkait isu yang diusung seperti sebagai lembaga lingkungan untuk memastikan ekologis atau keseimbangan ekosisitem DAS tidak terganggu. Berbicara tentang Daerah Aliran Sungai (DAS) pasti bicara persoalan dari hulu sampai hilir yang bermuara ke wilayah pesisir dan laut.

Dan Mitra Bentala sangat konsen ketika bicara isu-isu pesisir yang erat hubungannya untuk menjaga ekosistem pesisir. Sebagai contoh , ketika air yang dialirkan dari hulu terjadi pencemaran dan bermuara ke wilayah pesisir maka berdampak pada ekosistem pesisir.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yayan Ruchyansyah yang menjadi salah satu narasumber, di dalam presentasinya menyampaikan bahwa Daerah Aliran Sungan (DAS) UU 37/2014, PP 37/2012 adalah suatu daerah daratan yang merupakan satu kesatuan ekosistem dengan sungai dan anak-anak sungainya yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan airyang berasal dari curah hujan ke danau, laut secara alami, yang dibatasi di darat merupakan pemisah topografis, danbatas di laut sampai dengan daerah pengairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

Disampaikan juga bahwa Provinsi Lampung memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) sebanyak 285 DAS, dari total tersebut 278 dipertahankan dan 7 DAS dipulihkan seperti DAS Tulang Bawang, DAS Mesuji, DAS Sekampung, DAS Seputih, DAS Sekampung , DAS Semaka dan DAS Ambar Kambas.

Sementara Ketua Forum DAS Lampung sekaligus juga sebagai Guru Besar Fakultas Pertanian Irawan Sukri Banuwa dalam penyampaian presentasinya bahwa pada tahun 2006 Provinsi Lampung pernah melakukan deklarasi bersama yang ditanda tangani oleh seluruh Bupati dan Walikota serta Gubernur dalam rangka penyelamatan bendungan Batu Tegi.

Lebih lanjut disebutkan bahwa semua DAS yang ada di provinsi Lampung dalam keadaan kritis, maka perlu perhatian kita semua untuk melakukan pemulihan sesuai dengan peran masing-masing.

Sosialisasi terkait DAS harus terus dilakukan terutama kepada masyarakat,dan agar Pengelolaan DAS di Provinsi Lampung dapat Berkelanjutan. Sehingga pengelolaan DAS harus dapat menjamin kelestarian sumberdaya alam, dapat memenuhi kebutuhan ekonomi secara layak, dan secara sosial dapat diterima. []

Bagikan :

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tinggalkan Komentar Anda