Virtual Trip TNBBS.| Dokumentasi

Wartalampung.id, Lampung Barat – Pandemi Covid-19 di Indonesia masih berlangsung, hal ini cukup menjadikan keterbatasan dalam segala hal di kehidupan sehari-hari. Dampak Covid-19 membuat seluruh aktivitas di luar rumah menjadi terbatas.
Tidak hanya bagi orang dewasa yang akan melakukan pekerjaannya di luar rumah, anak-anak pun menjadi terbatas dalam aktivitas sehari-harinya. Salah satu contohnya yaitu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). KBM yang dilaksanakan pada saat pandemi ini melalui daring (online). Akan tetapi, pendidikan dan penyebaran informasi kepada anak-anak Sekolah Dasar harus tetap dilakukan mengingat mereka sebagai generasi penerus.
Dengan segala keterbatasan ini, Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) bekerjasama dengan Buatiwa’s trip mengadakan virtual trip kepada anak-anak sekolah dasar. Hal ini disambut baik oleh beberapa pihak sekolah dasar, diantaranya SDIT Nurul Fikri, SD Bunayya Islamic School dan MI Riayyatul Ummah.
Kegiatan Virtual Trip tidak hanya mengajak anak-anak untuk berwisata secara virtual, akan tetapi juga memberikan informasi tentang potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki TNBBS. Materi yang disampaikan antara lain mengenai potensi flora seperti pengenalan jenis pohon beringin, meranti, kegunaan getah damar, tumbuhan rotan, pakis, bentuk dan kegunaan akar liana, lumut, burahol, pisang hutan serta berbagai jenis anggrek.
Selain itu, diberikan juga informasi mengenai beberapa jenis tumbuhan langka seperti bunga bangkai (Amorphophallus sp), Rhizanthes sp dan Rafflesia arnoldii. Disamping itu, anak-anak juga dikenalkan dengan beberapa satwa liar yang merupakan potensi TNBBS, diantaranya berbagai jenis primata (siamang, tarsius, kera ekor panjang, beruk), burung rangkong, kuau raja (Argusianus argus), 3 spesies kunci TNBBS (Harimau sumatera, Badak sumatera dan Gajah sumatera), jenis-jenis ular, kupu-kupu dan capung, perbedaan antara kodok dan katak, dan lain sebagainya.
Selain pengenalan berbagai jenis flora dan fauna yang ada di kawasan TNBBS, anak-anak juga ditanamkan nilai-nilai budi pekerti. Seperti Allah menciptakan makhluk hidup dengan segala kekurangannya. Akan tetapi Allah juga yang mencukupkan dengan segala kelebihannya. Sebagai contoh pada Tarsius bancanus. Seperti yang kita ketahui, bahwa Tarsius bancanus memiliki bola mata yang cukup besar. Akan tetapi, bola mata ini tidak dapat berkedip. Tetapi Allah memberikan kelebihan kepada primata terkecil ini, yaitu dapat memutarkan kepalanya hingga 180 derajat.
Di dalam pelaksanaan virtual trip, anak-anak sangat antusias dan interaktif terhadap materi yang diberikan. Mereka berani melontarkan celotehannya. Ada yang bertanya tentang apa itu “bisa” pada ular, apakah ada singa di TNBBS, bagaimana cara mengecek kesehatan satwa di hutan, berapa lama proses bunga rafflesia mekar dan masih banyak hal lainnya.
Kegiatan ini dinilai sangat efektif dan efisien dalam memberikan ilmu pengetahuan dan pendidikan di masa pandemi ini. Dan anak-anak pun berharap dapat mengunjungi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan jika pandemi telah berakhir. []
(Penulis : Supriatna/PEH Mahir dan Susan Saputri/PEH Pelaksana pada Balai Besar TNBBS)
