Stefhany Cloudia. | Karta S Atmaja

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Stefhany Cloudia lahir pada 18 Maret 1996. Ia kini berlamat di Perumahan Kotakarang Permai, Bandar Lampung. Gadis berdarah China-Lampung itu suka difoto karena kepingin memiliki koleksi foto yang bagus. Dari situlah ia kemudian keranjingan difoto sampai dengan sekarang.
Meski kini bekerja d Jakarta, itu tidak membuat Stefhany absen dari urusan difoto. Jika ada tawaran yang menarik dari fotografer. ia pasti mengiyakan. Karena lumayan lama difoto, soal gaya bukan masalah buatnya.
Kebanyakan gaya yang ia peragakan saat difoto murni dari belajar sendiri. Sesekali melihat di media sosial bagaimana model profesional saat bekerja di depan kamera.
Ada kalanya pula fotografer yang mengatur gayanya. Ia sih oke saja karena mungkin ada angle yang mesti diambil dan ia mesti menuruti apa yang dikatakan fotografer.
Stefhany rupanya sejak SMP sudah terbiasa difoto. Ia juga tak sungkan serta sangat rileks di catwalk. Kebiasaan sejak kecil itu membuatnya lentur saat difoto.
Soal difoto, Stefhany bilang ia mendapat sensasi tersendiri. Ia merasa puas ketika berekspresi di depan kilatan blitz kamera juru fotonya. Orangtuanya kebetulan juga suka melihat hasil foto yang bagus dari anaknya itu.
”Orangtua seneng banget kalau lihat hasil foto aku bagus-bagus,” ujar pemilik akun Instagram @stefhanycloudiap itu kepada wartalampung.id hari ini via percakapan WhatsApp.
Stefhany punya obsesi besar di dunia model ini. Maka itu, meski di Jakarta dan sibuk bekerja, ia menerima dengan baik tawaran foto yang datang.
“Aku mau berkarier juga di sini,” kata dia.
Stefhany mengakui, ia merasa enjoy dan nyaman kala difoto di alam terbuka. Dengan begitu, ia bisa merasakan menyatu dengan alam. Apa pun konsepnya, jika di alam, ia merasa bebas berekspresi. Itu sepanjang konsepnya sesuai dan ia menampik tegas jika mengenakan busana yang seksi apalagi memintanya tak berbusana sama sekali.
Sebagai model, kata dia, semua model mesti bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Asal sudah dikonsep dengan matang, apa pun tantangannya, mesti dijalani dengan baik sampai dengan tuntas.
Soal duit yang dihasillkan, Stefhany bilang cukup. Sejauh ini ia bahkan pernah dibayar jutaan rupiah sekali foto dengan busana yang tertutup, tidak vulgar apalagi nude.
Stefahany juga berpesan kepada sesama model untuk terus berkarya dan pantang menyerah. Walaupun banyak saingan, percayalah tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Sukses buat karier pekerjaan dan dunia modelnya ya, Stefhany. []
