Nenek Tunah. | Sugiono

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Nenek Tunah sejak lama hidup sebatang kara di daerah Kedaung, Kemiling, Bandar Lampung. Usianya kini 75 tahun. Penyandang disabilitas ini kadang bekerja menjadi tukang pijat.
Namun, tak setiap hari ia mendapat order memijat. Kadang, hanya 1 atau dua orang dalam satu minggu.
Untuk makan sehari-hari, Nenek Tunah bergantung pada kedermawanan tetangganya. Merekalah yang sering memberikan makanan kepadanya. Usia tua dan menyandang disabilitas memang menjadikan Nenek Tunah tidak bisa leluasa untuk beraktivitas.
Para tetangga sukarela memberikan makanan, minuman, dan kadang uang kepadanya.
Selama Ramadan ini, Nenek Tunah tetap menjalankan shaum dengan baik. Ia menjalani buka puasa dan sahur dalam kesendirian. Kadang beberapa tetangga datang menemani dan memberikan makanan dan minuman untuk sahur dan berbuka puasa.
Meski demikian, Nenek Tunah tetap bersyukur diberikan kenikmatan oleh Allah Swt. Disabilitas dan kemiskinan yang ia alami tak membuatnya kufur nikmat. Ia tetap rida dengan keberkahan Allah swt yang selama ini ia terima.
Saat menerima tali asih dan bingkisan dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) ia mengucapkan terima kasih dengan lirih.
Lisannya tak lepas-lepas berujar alhamdulillah. [Sugiono]
Artikel Ini Dipersembahkan Oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA)
