Kegiatan Hima Akuntansi UTI
Wartalampung.id, Tahura Wan Abdurahman – Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Hima Akuntansi) Universitas Teknokrat Indonesia menyelenggarakan kegiatan Team Building Camp Akuntansi pada Sabtu, 31 Oktober 2026, bertempat di Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rahman, Pesawaran, Lampung.
Mengusung tema “Explore as One, Grow as One”, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 133 mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Universitas Teknokrat Indonesia.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Hima Akuntansi dalam membangun karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan komunikasi, solidaritas, kolaborasi, serta tanggung jawab dalam berorganisasi.
Melalui konsep pembelajaran di luar ruang kelas (outdoor learning), mahasiswa diajak untuk mengenali potensi diri, memperkuat hubungan antarmahasiswa, serta mengembangkan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan.
Pemilihan Tahura Wan Abdul Rahman sebagai lokasi kegiatan memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta. Suasana alam terbuka yang asri dan jauh dari rutinitas perkuliahan menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan sekaligus menantang.
Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman rekreatif, tetapi juga mendapatkan pembelajaran mengenai pentingnya kebersamaan, kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan mengambil keputusan dalam sebuah tim.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah penyampaian materi kepemimpinan (leadership) oleh Ketua Program Studi S1 Akuntansi.
Dalam pemaparannya, mahasiswa diberikan pemahaman bahwa kepemimpinan merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki oleh setiap individu, terutama mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan.
Kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan, kedudukan, atau kewenangan untuk memberikan instruksi kepada orang lain. Lebih dari itu, kepemimpinan merupakan kemampuan untuk memengaruhi, menginspirasi, mengarahkan, dan menggerakkan individu maupun kelompok agar mampu mencapai tujuan bersama.
Dalam materi tersebut, salah satu konsep yang ditekankan adalah Transformational Leadership atau kepemimpinan transformasional.
Konsep ini relevan dengan kebutuhan mahasiswa saat ini karena organisasi kemahasiswaan membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya mampu mengelola kegiatan, tetapi juga dapat membangun visi, mengembangkan potensi anggota, menciptakan inovasi, serta mendorong perubahan positif dalam organisasi.
Kepemimpinan transformasional merupakan gaya kepemimpinan yang menitikberatkan pada kemampuan seorang pemimpin untuk menginspirasi dan memotivasi anggota agar mampu melampaui kepentingan pribadi demi mencapai tujuan organisasi yang lebih besar. Seorang pemimpin transformasional tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas, kapasitas, dan kepercayaan diri setiap anggota tim.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa terdapat empat dimensi utama dalam Transformational Leadership yang dikenal dengan istilah The Four I’s.
Pertama, Idealized Influence (Pengaruh Ideal).
Dimensi ini menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan bagi anggota timnya. Pemimpin tidak cukup hanya memberikan arahan, tetapi harus menunjukkan perilaku yang mencerminkan integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan komitmen.
Dalam konteks organisasi mahasiswa, pengurus Hima Akuntansi diharapkan mampu memberikan contoh nyata kepada seluruh anggota, seperti hadir tepat waktu, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menghargai pendapat orang lain, serta menjaga kepercayaan yang diberikan organisasi.
Pemimpin yang menjadi teladan akan lebih mudah memperoleh rasa hormat dan kepercayaan dari anggota.
Kedua, Inspirational Motivation (Motivasi Inspirasional).
Seorang pemimpin transformasional harus mampu membangun semangat dan memberikan inspirasi kepada anggota untuk mencapai visi dan tujuan bersama. Pemimpin perlu mengomunikasikan tujuan organisasi secara jelas, membangun optimisme, serta menciptakan keyakinan bahwa setiap tantangan dapat diselesaikan melalui kerja sama.
Dalam organisasi Hima Akuntansi, dimensi ini dapat diwujudkan melalui kemampuan pengurus dalam membangun semangat anggota, memberikan apresiasi atas kontribusi, serta mengajak seluruh mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai program kerja. Setiap anggota harus merasa bahwa dirinya memiliki peran penting dalam keberhasilan organisasi.
Ketiga, Intellectual Stimulation (Stimulasi Intelektual).
Dimensi ini menekankan pentingnya kemampuan seorang pemimpin dalam mendorong anggota untuk berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan berani menyampaikan gagasan. Pemimpin transformasional tidak membatasi anggota hanya mengikuti instruksi, tetapi memberikan ruang untuk mengembangkan ide dan mencari solusi terhadap berbagai permasalahan.
Bagi mahasiswa Akuntansi, kemampuan berpikir kritis dan analitis merupakan kompetensi yang sangat penting. Oleh karena itu, pengurus Hima perlu membangun budaya organisasi yang terbuka terhadap ide-ide baru, mendorong diskusi, menghargai perbedaan pendapat, serta memberikan kesempatan kepada setiap anggota untuk berkontribusi dalam pengambilan keputusan.
Keempat, Individualized Consideration (Perhatian Individual).
Dimensi ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin perlu memahami karakteristik, kebutuhan, kemampuan, dan potensi setiap anggota. Setiap individu memiliki kelebihan, kekurangan, serta gaya belajar dan bekerja yang berbeda.
Oleh sebab itu, pemimpin harus mampu memberikan perhatian, pendampingan, motivasi, dan kesempatan pengembangan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anggota.
Dalam praktik organisasi mahasiswa, pengurus Hima Akuntansi perlu membangun komunikasi yang baik, mendengarkan aspirasi anggota, memberikan kesempatan yang setara untuk berkembang, serta membantu anggota yang menghadapi kesulitan dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Melalui pemahaman empat dimensi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan karakter pemimpin yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memperhatikan proses, hubungan antarmanusia, dan pengembangan potensi anggota.
Lebih lanjut, materi ini menegaskan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin, baik dalam organisasi, lingkungan akademik, dunia kerja, maupun masyarakat.
Kepemimpinan tidak harus menunggu seseorang memperoleh jabatan tertentu, tetapi dapat dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri, bertanggung jawab terhadap tugas, menghargai orang lain, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Empat Permainan Team Building: Belajar Kolaborasi melalui Pengalaman
Setelah penyampaian materi kepemimpinan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan team building yang dirancang untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan dan kerja sama dalam situasi nyata.
Permainan pertama adalah Explore The Map, yaitu permainan yang menguji kemampuan peserta dalam memahami petunjuk, menyusun strategi, menentukan arah, dan bekerja sama untuk mencapai titik tujuan.
Aktivitas ini mengajarkan bahwa keberhasilan sebuah tim membutuhkan komunikasi yang efektif, pembagian tugas yang tepat, serta kemampuan mengambil keputusan secara bersama-sama.
Permainan kedua adalah Challenge Susun Kata. Dalam permainan ini, peserta ditantang untuk menyusun kata berdasarkan petunjuk dan tantangan yang diberikan. Kegiatan ini melatih konsentrasi, ketelitian, kecepatan berpikir, kreativitas, dan kemampuan berkolaborasi. Peserta belajar bahwa setiap anggota memiliki kontribusi yang dapat melengkapi kemampuan anggota lainnya.
Permainan ketiga adalah Lomba Estafet Bola Ping-Pong. Permainan ini menuntut koordinasi dan kekompakan setiap anggota tim untuk memindahkan bola ping-pong melalui mekanisme estafet. Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi sangat bergantung pada ketelitian, kesabaran, komunikasi, dan kepercayaan antarpeserta.
Sementara itu, permainan keempat adalah Mencari Harta Karun. Dalam aktivitas ini, peserta ditantang untuk memecahkan petunjuk dan menyelesaikan misi secara berkelompok hingga menemukan harta karun yang telah disiapkan.
Permainan ini memberikan pengalaman mengenai pentingnya strategi, kreativitas, kepemimpinan, kemampuan memecahkan masalah, dan ketekunan dalam mencapai target.
Keempat permainan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas hiburan, melainkan dirancang sebagai media pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).
Mahasiswa dapat merasakan secara langsung bagaimana sebuah tim menghadapi perbedaan pendapat, mengatasi hambatan, membangun kepercayaan, membagi tanggung jawab, dan mencapai tujuan bersama.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga memahami bahwa keberhasilan organisasi bukan hanya ditentukan oleh kemampuan seorang ketua atau pemimpin, melainkan merupakan hasil kontribusi seluruh anggota yang saling mendukung.
Membangun Generasi Akuntansi yang Kolaboratif dan Berdaya Saing
Kegiatan Team Building Camp Akuntansi dengan tema “Explore as One, Grow as One” diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan Program Studi S1 Akuntansi Universitas Teknokrat Indonesia.
Di tengah perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis, mahasiswa Akuntansi tidak cukup hanya menguasai kemampuan teknis seperti penyusunan laporan keuangan, audit, perpajakan, dan analisis keuangan.
Mereka juga dituntut memiliki kompetensi nonteknis (soft skills), seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, kreativitas, kemampuan beradaptasi, pemecahan masalah, dan integritas profesional.
Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi berbagai peluang karier, baik sebagai akuntan perusahaan, auditor, konsultan pajak, analis keuangan, entrepreneur, maupun profesional di berbagai sektor industri.
Melalui kegiatan ini, Hima Akuntansi menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa dapat menjadi laboratorium pembelajaran kepemimpinan dan pengembangan karakter. Pengalaman berorganisasi dan bekerja sama dalam kegiatan seperti ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang percaya diri, bertanggung jawab, adaptif, serta memiliki kemampuan untuk memimpin dan dipimpin.
Semangat “Explore as One, Grow as One” mengandung pesan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkembang, tetapi pertumbuhan yang lebih besar dapat dicapai ketika seluruh anggota bersedia berjalan bersama, saling mendukung, dan berkolaborasi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Hima Akuntansi berharap tercipta generasi mahasiswa Akuntansi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan transformasional, menjunjung tinggi solidaritas, serta mampu menjadi agen perubahan positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini ikut menunjang pencapaian poin SDGs. []

Tinggalkan Komentar Anda