Wartalampung.id, Labuhan Maringgai – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Lampung Timur bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, dan industri jasa keuangan meluncurkan Program Desa PERKASA (Perekonomian Kuat Masyarakat Sejahtera) di Desa Margasari dan Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu 26 Oktober 2026
Peluncuran program yang dilaksanakan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tersebut merupakan bagian dari upaya kolaboratif untuk memperkuat perekonomian masyarakat pesisir melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses layanan keuangan formal, penguatan pelindungan risiko, serta peningkatan literasi dan pengelolaan keuangan masyarakat.
Program Desa PERKASA merupakan salah satu program prioritas TPAKD Provinsi Lampung Tahun 2026 yang diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal melalui pemanfaatan produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan program di Desa Margasari dan Sukorahayu diharapkan dapat mendukung optimalisasi pemanfaatan infrastruktur KNMP melalui penguatan aktivitas ekonomi produktif, khususnya pada sektor perikanan tangkap, perdagangan, pengolahan hasil perikanan, dan usaha mikro masyarakat pesisir.
Integrasi Infrastruktur, Pemberdayaan Ekonomi, dan Akses Keuangan Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, dalam sambutan yang disampaikan oleh Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah dan Layanan Manajemen Strategis, menekankan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi penting bagi peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat.
Namun, demikian kata dia, keberadaan infrastruktur perlu didukung oleh penguatan kapasitas usaha, kelembagaan ekonomi, akses pasar, serta layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur Kampung Nelayan Merah Putih merupakan fondasi penting bagi penguatan ekonomi pesisir. Agar infrastruktur tersebut memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan, diperlukan penguatan kapasitas usaha, kelembagaan, akses pasar, serta dukungan layanan keuangan yang sesuai 1 dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat,” ujarnya.
“Melalui Desa PERKASA, kita ingin memastikan bahwa akses keuangan tidak berhenti pada pembukaan rekening atau penyaluran pembiayaan, tetapi benarbenar menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas usaha, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir,” lanjutnya.
Desa Margasari dan Sukorahayu merupakan dua lokasi pembangunan KNMP Tahap I di Provinsi Lampung. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan, pembangunan infrastruktur pada kedua lokasi tersebut telah mencapai 100 persen.
Melalui sinergi program Desa PERKASA, keberadaan infrastruktur KNMP diharapkan semakin terhubung dengan kegiatan ekonomi produktif masyarakat, termasuk pengembangan usaha nelayan, pengolahan hasil laut, perdagangan, dan kegiatan ekonomi pendukung lainnya.
Kolaborasi TPAKD Perluas Akses Keuangan dan Penguatan Usaha Masyarakat Pelaksanaan Desa PERKASA melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, OJK Provinsi Lampung, BRI, Bank Lampung, BPRS Lampung Timur, PNM, Asuransi Astra, Bursa Efek Indonesia, dan Phintraco Sekuritas. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sejumlah kegiatan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan keuangan masyarakat pesisir.
Pertama, perluasan akses pembiayaan produktif melalui keterlibatan lembaga jasa keuangan, termasuk perbankan, BPRS, dan PNM, untuk mendukung pengembangan usaha mikro, perdagangan, serta kegiatan usaha produktif masyarakat nelayan.
Akses pembiayaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab sesuai kebutuhan usaha, kelayakan pembiayaan, dan kemampuan pengembalian masing-masing pelaku usaha.
Kedua, penguatan pelindungan risiko melalui dukungan produk asuransi dari Asuransi Astra bagi masyarakat nelayan, dengan mempertimbangkan karakteristik risiko pekerjaan dan kebutuhan pelindungan keluarga.
Ketiga, peningkatan budaya menabung sejak dini melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) yang melibatkan satuan pendidikan dan lembaga perbankan.
Keempat, peningkatan literasi dan pemahaman investasi melalui edukasi pasar modal oleh Bursa Efek Indonesia bersama Phintraco Sekuritas, termasuk pemahaman mengenai manfaat, risiko, serta pentingnya berinvestasi melalui lembaga yang berizin dan sesuai dengan profil risiko masyarakat.
Kelima, penguatan literasi dan pelindungan konsumen melalui edukasi pengelolaan keuangan, penggunaan produk dan layanan keuangan secara bijak, serta kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal.
Dalam pelaksanaan kegiatan, turut dilakukan fasilitasi layanan keuangan dan penyerahan simbolis kepada masyarakat. Tercatat penyaluran pembiayaan melalui PNM Mekaar telah mencapai Rp2.349.000.000 sampai dengan Oktober 2026, penyaluran kredit oleh BRI sebesar Rp1.350.000.000 kepada 25 debitur, serta penyaluran fasilitas Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) Kabupaten Lampung Timur sebesar Rp35.000.000 kepada 2 debitur selama bulan Oktober. []

Tinggalkan Komentar Anda