Rudy
Wartalampung.id, Bandar Lampung — Menyusul suksesnya gelaran sosialisasi di seluruh fakultas Unila pada 20–23 Oktober 2026, sorotan civitas akademika Unila kini tertuju pada agenda pemaparan program kerja secara terbuka yang dipusatkan di Gedung Serbaguna (GSG) Unila pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Di antara deretan nama kandidat, Rudy , tampil sebagai sosok calon rektor dengan latar belakang akademik dan kepemimpinan yang solid.
Putra daerah kelahiran Telukbetung tahun 1981 ini tercatat telah mengabdi selama 23 tahun sebagai dosen di Fakultas Hukum Unila sejak tahun 2003.
Perjalanan akademiknya sarat prestasi: berpredikat lulusan terbaik Fakultas Hukum UI (masuk melalui jalur undangan/PMDK), penerima beasiswa prestisius Monbukagakusho di Kobe University Jepang hingga jenjang S-3, serta berhasil mencapai jabatan fungsional guru besar di usia muda (42 tahun) pada 2023 lalu.
Tidak hanya matang secara akademik, rekam jejak manajerial Rudy di Unila juga teruji.
Ia pernah menjabat Ketua Jurusan selama 4 tahun (2012–2016), Sekretaris FPPN selama 3 tahun, hingga menjabat Wakil Rektor II Unila.
Di tingkat nasional, alumnus SMAN 2 Bandar Lampung itu bahkan dipercaya menjadi salah satu saksi ahli presiden untuk Undang-Undang Cipta Kerja di Jakarta.
Dalam bincang-bincang di kanal podcast Admi Syarif Institut, Rudy menyampaikan visinya untuk mewujudkan “Unila Berdampak”—baik secara internal bagi kesejahteraan dosen dan mahasiswa, maupun eksternal bagi pembangunan masyarakat.
“Pengalaman 23 tahun mengabdi di kampus ini membuat saya memahami persis apa yang dibutuhkan Unila ke depan. Kita butuh terobosan kepemimpinan yang berani dan antisipatif,” tegas Rudy.
Pemaparan resmi di GSG Unila pada 28 Oktober mendatang diprediksi akan menjadi panggung krusial bagi Rudy untuk meyakinkan senat dan civitas akademika sebelum tahap pemungutan penilaian Senat pada 29 Oktober 2026 mendatang. [Mirliana Amira]

Tinggalkan Komentar Anda