Organisasi mahasiswa di Unila galang dana korban karhutla. | Ridho
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Sebanyak 23 organisasi mahasiswa (ormawa) Universitas Lampung (Unila) berkolaborasi menggalang donasi untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan ini dilakukan melalui penggalangan dana secara daring dan luring, termasuk di kawasan Car Free Day (CFD) Tugu Adipura, Bandar Lampung, Minggu (25/10/2026).
Koordinator Galang Donasi Karhutla, Aldiva Mukhsin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak karhutla di Indonesia.
Aksi ini juga menjadi respons atas keresahan mahasiswa terhadap penanganan persoalan lingkungan.
“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dan kekecewaan mahasiswa Unila. Kami peduli terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan, sekaligus resah terhadap pemerintah yang terlalu santai dalam menyelesaikan permasalahan,” ujar Aldiva.
Menurutnya, penggalangan donasi tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan dampak nyata yang tidak hanya dirasakan di lingkungan kampus, tetapi juga oleh masyarakat luas.
Sebanyak 23 ormawa terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya DPM U KBM Unila, Birohmah, PIK-R, DPM FP, Rakanila, Imabsi, DPM FMIPA, Himaseperta, FSPI FISIP, Himatro, Teknokra, HMJPBS, Forkom Bidikmisi KIP-K, FPPI FKIP, UKM Gradien, Imasapra, Himatur, Rois FEB, AIESEC, DPM FISIP, Archery, BEM Unila, dan UKM Tapak Suci Unila.
Dalam penyaluran bantuan, para mahasiswa juga berkolaborasi dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Lampung. Kerja sama tersebut dilakukan agar donasi yang terkumpul dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Aldiva menyampaikan bahwa salah satu capaian kegiatan ini adalah terkumpulnya donasi yang diharapkan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat terdampak.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap persoalan karhutla yang terjadi di berbagai pulau besar di Indonesia.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak bersikap acuh terhadap bencana hanya karena tidak mengalaminya secara langsung.
“Jangan karena hanya kalian tidak merasakan secara langsung, kalian menjadi acuh tidak acuh. Sebobrok apa pun pemerintah kita, kita tetap memiliki satu identitas yang sama, yaitu Warga Negara Indonesia. Mari membantu sesama dan evaluasi secara menyeluruh para pejabat,” tegasnya.
Ke depan, Aldiva berharap gerakan penggalangan donasi dapat berjalan hingga tuntas dan tetap berfokus pada kepentingan kemanusiaan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga gerakan mahasiswa agar tidak ditunggangi kepentingan politik maupun keuntungan pribadi atau kelompok.
Selain itu, ia berharap mahasiswa dan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam merespons persoalan karhutla, baik melalui bantuan langsung maupun dukungan lainnya.
Melalui gerakan ini, mahasiswa Unila mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan. [Ridho Ardi Anda]

Tinggalkan Komentar Anda