Bandar Lampung

Warsito Siap Perjuangkan Aspirasi Sivitas Akademika dan Perkuat Pelayanan di Unila

Warsito Siap Perjuangkan Aspirasi Sivitas Akademika dan Perkuat Pelayanan di Unila

Warsito. | Helen

Wartalampung.id, Bandar Lampung – Bakal calon rektor Universitas Lampung (Unila), Warsito, menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi sivitas akademika, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat komunikasi dengan fakultas-fakultas di lingkungan Unila.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi bakal calon rektor Unila periode 2027–2031 dan penyampaian visi, misi, serta program kerja, Kamis (22/10/2026).

Warsito menyebutkan, pengalaman dan jaringan komunikasi yang dimilikinya dapat menjadi modal untuk mengupayakan penyelesaian persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap upaya harus dilakukan sesuai ketentuan, dengan mempertimbangkan jenjang pendidikan, golongan, serta aturan yang berlaku.

“Kalau memang memungkinkan dan sesuai ketentuan, rektorat akan berjuang untuk memastikan hak pegawai diberikan sesuai dengan tingkat pendidikan dan golongan yang seharusnya,” ujar Warsito.

Selain persoalan pelayanan kepegawaian, Warsito juga menyoroti pentingnya mendengarkan aspirasi sivitas akademika secara langsung. Ia berencana memanfaatkan waktu yang tersedia dalam tahapan sosialisasi.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa maupun dosen. Dengan komunikasi langsung, berbagai masukan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan dan program kerja universitas.

“Waktu tujuh hari ini akan saya manfaatkan untuk kembali ke fakultas-fakultas, mendengar aspirasi mahasiswa maupun para dosen,” ungkapnya.

Warsito menilai, dialog dengan sivitas akademika merupakan bagian penting dalam membangun tata kelola universitas. Berbagai masukan yang diterima perlu ditelaah agar kebijakan yang diambil dapat menjawab persoalan secara tepat.

Penting memanfaatkan waktu sosialisasi untuk menyerap berbagai masukan sebelum merumuskan langkah lebih lanjut. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara pimpinan universitas dan sivitas akademika diperlukan, agar persoalan yang muncul dapat dipetakan dan ditangani sesuai prioritas.

Melalui pemaparan dan tanggapan terhadap aspirasi tersebut, Warsito menekankan pentingnya kepemimpinan yang terbuka terhadap masukan, memperjuangkan kepentingan sivitas akademika sesuai aturan, serta membangun komunikasi yang lebih dekat dengan fakultas-fakultas di lingkungan Unila. [Helen Meldiana]

Bagikan :

Tinggalkan Komentar Anda