Ketua Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Unila, Arif Qisthon. | Najwa
Wartalampung.id, Bandar Lampung – Kesiapan Universitas Lampung (Unila) menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) mengemuka dalam sosialisasi bakal calon rektor yang digelar di Dekanat Fakultas Pertanian Unila, Rabu, 21 Oktober 2026.
Kegiatan sesi pagi yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB ini merupakan bagian dari agenda kunjungan fakultas panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Unila pada 20–23 Oktober 2026. Pada hari yang sama, sosialisasi dilanjutkan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) pukul 13.30–16.00 WIB.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Unila, Arif Qisthon, mengajukan pertanyaan kepada seluruh bakal calon. Ia menanyakan strategi dan langkah nyata yang akan ditempuh dalam menghadapi transformasi PTN-BH, meredam kekhawatiran dosen, serta memberi perhatian khusus pada pengembangan dan pemekaran jurusan eksakta atau sains di Fakultas Pertanian.
Menjawab pertanyaan tersebut, para bakal calon menyampaikan sejumlah pandangan. Warsito (nomor urut 3) menyebut persiapan PTN-BH harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan dan remunerasi dosen, pemisahan anggaran laboratorium, serta rencana pemekaran fakultas secara bertahap.
Rudy (nomor urut 4) berpendapat PTN-BH mensyaratkan kemandirian finansial melalui optimalisasi aset dan inovasi pendapatan, seperti peluang pengolahan limbah B3 bekerja sama dengan industri.
Asep Sukohar (nomor urut 5) menambahkan bahwa aset Unila yang menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ratusan miliar rupiah sangat potensial dioptimalkan melalui pengelolaan profesional saat status PTN-BH diterapkan.
Sementara itu, Anna Gustina Zainal (nomor urut 6) mendorong penguatan kolaborasi laboratorium dan pemanfaatan aset secara maksimal.
Hamzah (nomor urut 1) menggarisbawahi pentingnya memfasilitasi para profesor dan dosen ke tingkat internasional serta menyelesaikan legalitas aset kampus secara tuntas.
Terakhir, Budiyono (nomor urut 2) menegaskan pentingnya efisiensi tata kelola dan sinergi seluruh elemen kampus untuk menyongsong PTN-BH.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari tahap penyaringan Pilrek Unila 2027–2031. Selanjutnya, penyampaian program kerja di hadapan civitas akademika dijadwalkan di GSG Unila pada 28 Oktober 2026, disusul penilaian dan pengumuman tiga calon rektor oleh Senat Unila pada 29 Oktober 2026. [Najwa Kamila Faradisa]

Tinggalkan Komentar Anda